Pasaman, Prokabar – Peredaran petasan di Pasaman ternyata berasal dari Bukittinggi. Peredarannyapun sangat cantik. Pedagang lokal tidak lagi susah payah membeli ke pedagang besar untuk diecer, sebab sudah ada kurir yang memasok.
“Sudah ada yang memasok, mulai dari kembang api, lilin, petasan korek hingga petasan yang memancarkan warna-warni saat meletus di langit,” kata salah seorang pedagang petasan yang enggan menyebutkan namanya di kawasan Panti, Sabtu (19/5).
Selain dimanjakan dalam hal pasokan, para pedagang ternyata juga dimanjakan dalam hal penyetoran hasil penjualan. Biasanya beberapa pemasok bakal meminta pedagang lokal menjualkan petasannya dan hasilnya bakal dikutip satu kali seminggu.
“Ambil dan jual dulu, baru setor. Seperti itu sistemnya. Akan tetapi, para pemasok biasanya hanya memberikan petasan kepada pihak yang sudah lengganan, tidak sembarangan pula,” lanjut pedagang.
Pantauan Prokabar, para pedagang petasan lokal pada umumnya hanya bermodalkan meja kecil untuk menjual petasan. Disinyalir hal inilah yang menjadi pemicu banyaknya pedagang petasan. Selain bermodal kecil, untung yang diraup juga cukup besar. Rata-rata para pedagang mendapat omset 100 hingga 250 ribu per malam.
“Resikonya ya itu tadi, kena razia Pol PP dan dagangannya pasti diangkut. Tapi kitanya harus pandai-pandai juga dalam hal ini,” tandas pedagang lainnya di Kecamatan Panti. (ola)
















