Ini Ide Moenek untuk Sumbar

Penulis -

Rabu, 29 Januari 2020 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Hari ini sudah bermunculan nama-nama kandidat calon gubernur, tapi tak ada yang fokus bisa menjanjikan secara meyakinkan akan membangun ekonomi, kecuali DR. Reydonnyzar Moenek alias Donny Moenek.

Moenek merupakan pakar desentralisasi fiskal dan investasi daerah. Keahlian ini yang diperlukan Sumatera Barat, bukan sekadar hoyak-hoyak, ahli politik, ahli agama, ahli segala ahli saja,” kata wartawan senior Khairul Jasmi pada prokabar.com, Rabu (29/1). KJ begitu ia disapa, adalah orang yang mengkampanyekan agar gubernur baru bisa membuat pertumbuhan ekonomi Sumbar 7 persen. Ide itu pertama kali dimunculkan anggota DPD Leonardy Harmainy.

Moenek tak bisa membanggakan diri sebagai ahli agama, ahli adat atau ahli hukum. Untuk calon yang ada bisa tak tertandingi dalam ilmu fiskal dan investasi daerah. Itu sebabnya banyak yang berkehendak agar Moenek fokus di sana dan membawa Sumbar maju.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Kenapa begitu, hal ini disebabkan Sumbar hanya 1/3 daerahnya yang bisa digarap. Moenek pernah berkata, “tanah ulayat” bukan hambatan, tapi potensi. Menuut dia, pemberdayaan desa menjadi sebuah keniscayaan dalam menumbuhkan kembangkan potensi ekonomi masyarakat dan pertumbuhan desa atau nagari. Selama ini hak ulayat atas tanah dianggap sebagian orang sebagai penghalang masuknya investasi.

“Saya melihatnya terbalik, justru hak ulayat atas tanah itu harusnya menjadi kekuatan Sumatera Barat, bagaimana kemudian aset yang tadinya tidak dimanfaatkan, tidak mempunyai nilai tambah ekonomis, kemudian kita ubah menjadi bernilai ekonomis,” kata Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI DR. Reydonnyzar Moenek, pada prokabar.com, Minggu (26/1).

Menurut dia, tanah ulayat merupakan aset yang dimiliki secara turun-temurun hak ulayat adat atas tanah dikonversi sedemikian rupa menjadi bentuk penyertaan modal.

“Jadi hak ulayat itu kita buat menjadi yang mempuyai nilai ekonomi, namun bukan untuk diperjualbelikan atau dibaliknamakan. Dia hanya boleh dimanfaatkan dengan cara penyertaan modal (inbreng) yang digunakan usahakan dan dimanfaatkan secara bersama-sama dengan investor yang masuk ke Sumbar. Jadi hak ulayat itu tidak menjadi penghambat invenstasi tapi malah bisa menjadi kekuatan masyarakat untuk peningkatan perekonomian,” katanya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Dikatakan, hak ulayat itu justru menjadi keberpihakan kita untuk melindungi aset-aset yang dimiliki masyarakat yang ada di Sumatera Barat bahwa itu adalah hak turun-temurun yang tidak boleh diperjualbelikan.

“Tapi nantinya tentu ada metode dan kuantifikasi aset. Kita hitung nilai aset yang akan disertakan dalam penyertaan modal. Dalam penyertaan modal itu dihitung bersama masuk dalam neraca dilakukan dalam usaha bersama jadi ada prinsip cosharing dan cofinancing. Cosharing dari masyarakat adat sementara investor mendapat jaminan kepastian akan investasi yang ditanamnya, sebab belanja terbesar dalam investasi adalah pengadaan lahan,” katanya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Jadi kenapa tidak jadikan hak ulayat itu menjadi kekuatan yang nantinya akan dibuat payung hukumnya berupa Perda tentang mekanisme dan tata cara penyertaan modal kepada investasi swasta yang masuk ke Sumatera Barat.

“Dengan itu akan memberikan kepastian kepada pemerintah daerah untuk memfasilitasinya dan investor pun betul-betul merasa terbantu,” katanya.

Maka Moenek, bisa menjadi sosok yang pas untuk itu. Belum lagi jika dia bisa memaksimalkan zakat, membuat Padang Industrial Park terisi, mengeruk Teluk Bayur, memperbanyak turis datang. Ia memiliki jejaring yang kuat ke pusat.

“Saya suka Pak Moenek yang maju, sebab beliau energinya berlebih dan serius dalam bekerja,”kata Syawal seorang warga Padang yang selalu memantau pemberitaan soal Moenek di medsos.(laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB