Ini Hasil Sementara Otopsi Verbal Terhadap Petugas KPPS yang Meninggal

Penulis -

Rabu, 15 Mei 2019 - 05:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKSI DUKACITA UNTUK PEJUANG DEMOKRASI

AKSI DUKACITA UNTUK PEJUANG DEMOKRASI

Jakarta, Prokabar — Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek sebut penyebab meninggalnya 485 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) karena riwayat penyakit yang dimiliki oleh masing-masing petugas.

“Intinya kematian yang terjadi ini memang murni riwayat penyakit yang dimiliki, bukan karena hal yang tidak wajar seperti diracun,” ujar Nila F Moeloek di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/5).

Ia mencontohkan, dari hasil otopsi verbal dan analisis medik yang dilakukan bersama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sebanyak 10 orang petugas KPPS DKI Jakarta karena kardiovaskular. Penyakit tersebut erat kaitannya dengan penyakit yang menyerang organ  jantung dan pembuluh darah.

“Di Jakarta dari 18 jumlah kematian, 10 diantaranya sudah dilakukan otopsi verbal, dan sisanya masih dalam tahap analisis medik,” imbuhnya.

Otopsi verbal yang dilakukan diatas, lanjut Menkes, mempunyai keakuratan mencapai 80 persen dan juga direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO).

Disisi lain, kurangnya penanganan dini ketika petugas KPPS terserang penyakit juga menjadi penyebab banyaknya petugas yang meninggal. Berdasarkan data, terdapat 61 persen petugas yang meninggal tanpa penanganan dini dari Rumah Sakit (RS). Sisanya, sebanyak 39 persen meninggal setelah melalui penanganan medis ketika menderita sakit.

“Yang meninggal di Rumah Sakit lebih kecil,” kata Nila.

Data yang didapat dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) sementara dari 25 provinsi, terdapat 485 petugas yg meninggal dan 10.597 petugas yang. Provinsi Jawa Barat yang paling banyak petugas KPPS yang meninggal mencapai 36 persen.

Kemudian petugas KPPS yang paling banyak sakit dari provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur dan Jawa Barat. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete
Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk
Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia
Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri
Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita
XL Axiata dan Komunitas Jurnalis Gelar Donor Darah untuk Anak-Anak Penderita Kanker
XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Kabut Asap di Kalsel
Upaya Ade Rezki Pratama Tekan Angka Stunting di Limapuluh Kota 

Berita Terkait

Senin, 21 Oktober 2024 - 10:17 WIB

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete

Minggu, 11 Agustus 2024 - 21:19 WIB

Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:18 WIB

Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia

Rabu, 13 Desember 2023 - 22:50 WIB

Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri

Rabu, 29 November 2023 - 17:26 WIB

Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita

Berita Terbaru