Daerah

Ini Harapan Masyarakat Panji Kubu Gadang Di Maninjau

Tanjung Raya, Prokabar  – Perkampungan Panji Kubu Gadang, dulunya salah satu jorong termashur di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pernah ada sekolah tenun dan sekolah dasar pertama di Kecamatan tersebut. Banyak pelajar yang mengikuti pendidikan di sini. Dari sisi pertanian, banyak pula hasil sayur mayur dan buah-buahan keluar dari sini.

Namun pada 1980, terjadi bencana besar longsor membuat saluran irigasi dan jalan masyarakat terputus. Secara saat itu, kondisi kehidupan masyarakat mulai lumpuh akibat sumber air bersih dan akses jalan sangat sulit. Secara berlahan-lahan, masyarakat mulai mengungsi ke daerah dataran lebih rendah, di kaki perbukitan atau tepian danau Maninjau. Seperti pindah ke Jorong Kukuban, Bancah dan Kubu Baru.

“Dahulunya daerah ini terdapat dua sekolah dasar yang banyak didatangi pelajar dari berbagai daerah selingkar Danau Maninjau. Namun setelah longsor menimpa irigasi dan akses jalan, kondisi perkampungan ini mulai memprihatinkan. Mereka yang tinggal di sini mulai mengungsi ke daerah bawah,” ungkap Afian, Walinagari Maninjau kepada Prokabar.com saat mengikuti kegiatan perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah di Kampung Panji Kubu Gadang tersebut.

Ia melanjutkan Perkampungan ini kembali bangkit, setelah adanya Pesantren Profesor Doktor Buya Hamka berdiri dekat pemukiman tersebut. “Sejak adanya Pesantren Buya Hamka berada di sini, masyarakat Panji Kubu Gadang mulai bangkit dan berkeinginan membangun kampung halamannya. Mereka yang sudah lama tinggal di daerah bawah, mulai kompak untuk menghimpun kekuatan dan kebersamaan,” ujarnya.

Sementara itu, Imam Sampono salah satu tokoh masyarakat Panji Kubu Gadang menjelaskan berdirinya Pesantren Buya Hamka di dekat sana, memberi harapan dan jalan kepada mereka untuk bangkit. Akses jalan secara yang sudah mulai baik dan dilanjutkan bisa tembus ke Ambun Pagi, Kecamatan Matur melalui Pemerintahan Nagari Maninjau, menambah semangat perantau untuk menyumbang untuk pembangunan. “Panji Kubu Gadang terdiri dua perkampungan perbukitan tertinggi di Kenagarian Maninjau. Menurut sejarah, merupakan perkampungan tertua yang ada di Selingkar Danau Maninjau. Banyak sejarah dan kenangan yang penting untuk dibangkitkan kembali. Hal ini seiring mendukung program Pemerintah Kabupaten Agam, memanfaatkan lahan tidur dan mengurangi pemanfaatan Danau Maninjau berupa Keramba Jaring Apung,” tuturnya.

Sementara itu, Khairi selaku Ketua Pembangunan Kampung Panji Kubu Gadang menambahkan, mereka sangat berharap, perkampungan tersebut dapat kembali hidup dan ramai penduduk. “Saat ini, jalur tersebut salah satu jalur alternatif terbaik sebagai pengganti jalur kelok 44. Kondisi Kelok 44 yang sudah sering longsor, memberikan pilihan jalur Panji Kubu Gadang dapat menjadi alternatif jalur pengganti,” terangnya. Dari jalan utama Danau Maninjau melalui jalur ini, terdapat sekitar 3,5 KM tembus ke Ambun Pagi, Kecamatan Matur. Dan hanya tersisa sekitar 700 meter lagi jalan yang masih belum bisa dilalui.

Dalam momen kali ini lanjutnya, kita akan memulai dengan berbagai kegiatan, sehingga kampung ini kembali ramai. “Kami juga akan memulai dengan menjadikan Panji Kubu Gadang salah satu Destinasi Wisata Alam. Pasalnya, daerah ini disuguhi pemandangan yang sangat indah. Selain penginapan keluarga dalam suasana tenang dan nyaman, kami akan membangun atraksi wisata seperti rumah pohon. Agrowisata juga akan kami kembangan juga, karena sangat cocok di sini,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top