Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Ini Empat Langkah Maju TPA/MDA Bisa Maju Menurut Kakan Kemenag Agam

Dibaca : 73

Agam, Prokabar — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Agam, Edi Oktaviandi menjelaskan, pihaknya sedang fokus dalam pembinaan terhadap guru mengaji se-Kabupaten Agam. Dan kegiatan itu berlanjut hingga 2021 nanti.

“Hampir setiap guru mengaji tingkat TPA/MDA saat ini, masih belum banyak menguasai bacaan, tulisan dan metoda pengajaran yang mampu menguasai pola didik anak. Apalagi di beberapa pelosok dan daerah yang masih jauh perkembangan dunia pendidikan,” ungkapnya kepada Prokabar.com, Selasa (1/12).

Adapun empat kunci rahasia agar sebuah TPA/MDA setiap surau atau mushalla dan Masjid. Setiap guru terlebih dahulu memahami dan menguasai Tahsin (bacaan quru) yang pasih dan benar. Kedua, Tahsinul kitabbah atau guru mengaji harus memiliki tulisan bahasa arab yang jelas dan indah. Ketiga, guru juga harus memiliki metoda pengajaran yang mampu menguasai seluruh anak didik, sehingga tidak meribut saat mengikuti proses belajar mengajar.

Terakhir keempat, management pengurus TPA/MDA hingga pengurus Masjid/Surau/mushalla yang profesional.

“Sama masih banyak menemukan guru mengaji yang belum memahami bacaan, tulisan, metoda dan managemen yang buruk. Dan ini harus menjadi perhatian kita semua. Dan ini tidak bisa dilakukan hanya dari Kementerian Agama saja. Pemerintahan Nagari, Ninik Mamak, Alim Ulama dan Akademisi juga memiliki peranan khusus jika ingin memajukan generasi Islami,” terang Kakan Kemenag Agam.

Selain itu, pihaknya juga banyak menemukan, guru mengaji kewalahan menghadapi kenakalan dan hiruk pikuk anak didik saat proses belajar mengajar. “Guru sering kesulitan menemukan metoda agar anak didik bisa tenang disaat proses ajar mengajar. Dan ini butuh keahlian khusus agar guru bisa cerdas, krearif dan inovatif,” tuturnya.

Intinya, semua pihak harus duduk semeja agar permasalahan ini dapat dituntaskan. “Semua pihak yang telah disebutkan tadi, harus bersama membuat program bersama, dan melakukan pembenahan pembinaan guru dan pengelolanya” tutup Kakan Kemenag Agam, Edi Oktaviandi. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top