Ini Dugaan Penyebab Banjir Di Pasaman

Penulis -

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Kondisi masyarakat pasca bencana banjir dan longsor di Pasaman mulau berangsur membaik. Bantuan demi bantuan terus mengalir dari berbagai pihak. Di balik itu, tersimpan pelajaran yang teramat penting untuk menjaga alam. Ini sebabnya.

Kepala BPBD Pasaman, Mafet Kenedi menjelaskan, salah satu faktor penyebab bencana di Pasaman ialah, aktifitas warga yang berladang sering berpindah-pindah. Bukak lahan di pinggir perbukitan, lalu pindah dan dibiarkan begitu saja. Ditambah pula, saat ini masyarakat berbondong-bondong membuka lahan untuk tanaman sarai wangi.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Tidak dipungkiri, lahan yang gundul akibat aktifitas masyarakat tidak mampu lagi menahan debit air hujan. Sehingga longsor, begitu juga banjir. Alam di hulu sungai banyak yang sudah rusak,” kata Masfet, Senin (15/10).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Dalak kajian ilmiahnya, kata Masfet, lahan yang memiliki kemiringan di atas 15 derajat tidak boleh dibabat, apalagi membuka lahan kebun. Karena daerah tersebut akan sulit untuk menampung air jika hujan datang.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Kita sudah sering meyampaikan kepada para petani baik melalui sosialisai, bahwa tidak ada lagi lahan dengan kemiringan diatas 15 derajat dibabat ataupun digunakan untuk membuka ladang. Namun kenyataannya masih banyak warga yang tidak menghiraukan ini. Kita berharap mari sama-sama menjaga alam, agar jauh dari bencana,” tutup Masfet. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB