Tanah Datar, Prokabar — Selain lumpur, Banjir bandang Tanjung Bonai juga menyertakan kayu gelondongan dari atas gunung sago. Kayu kayu berukuran tersebut menghamtam pemukiman dan kedai warga hingga hancur tak berbentuk. Bahkan satu unit rumah, hanya tinggal pondasi setelah dihantam oleh kayu berukuran cukup besar.
Aldoris, warga Tanjung bonai mengungkapkan jika banjir bandang ini diduga dan tak terlepas dari adanya aktifitas penebangan liar( illegal loging) di kawasan gunung nago tersebut.
” Kita banyak menerima keluhan warga terkait aktifitas penebangan liar di atas gunung sago. Tak menutup kemungkinan, banjir bandang yang menelan korban jiwa ini berasal dari aktifitas itu. Kami ingin pihak berwajib dan pemkab Tanah Datar mengusut ini,” ujarnya kepada prokabar.com
Sementara itu, menanggapi keluhan warga tersebut Kapolres Tanah Datar mengungkapkan akan menampung aspirasi warga. Pihak kepolisian pun berjanji akan menuntaskan asal muasal penyebab banjir bandang yang terjadi.
” Kita akan berkordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri asal usu penyebab terjadinya banjir bandang ini. Tentunya laporan masyarakat sangat dibutuhkan dalam hal ini, serta partisipasi dari Instansi terkait juga dibutuhkan untuk menuntaskan persoalan ini,” ucap AKBP Bayuaji Yudha Prajas.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar menyatakan jika tidak menutup mata atas persoalan atas laporan masyarakat. Penebangan liar bisa saja terjadi dan dilakukan oleh oknum masyarakat, karena pasca banjir ditemukan potongan potongan kayu yang terpotong rapi. Meski demikian, dibutuhkan penelusuran dan investigasi lebih lanjut ke hulu air.
” kita belum sampai kesana, nanti kita akan cek kelapangan. Laporan masyarakat memang terjadi aktifitas penebangan liar dan ini menjadi perhatian pemerintah daerah, karena ditemukan potongan kayu yang rapi terbawa arus air. Nanti tim akan cek ke atas,” ucap Bupati.
Banjir bandang yang terjadi pada kamis sore 11 Oktober 2018 menewaskan empat orang, dan dua warga lainnya masih hilang, sementara 6 warga lainnya dirawat di RSUD Hanafiah Batusangkar dan Puskesmas. Selain itu, banjir bandang juga merusak infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, sawah dan ladang serta ternak warga. Wilayah terdampak banjir bandang pun menyasar 3 kenagarian di Lintau 9 koto.(eym)
















