Agam, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam merencanakan ivent Nasional dan Internasional dengan merangkul semua pihak nantinya. Menggelar Festival Danau Maninjau dengan perlombaan para layang, maraton maupun pacu sampan dan Dragon Boat pada 2020 nantinya.
Merangkul TNI, Polri, dan Akademisi guna mengoptimalkan semua potensi yang ada di Danau Maninjau. Di Puncak Lawang, Para Layang telah mendunia dan salah satu lokasi terbaik di Asia Tenggara. Sementara itu, potensi keindahan dan kesejukan alamnya, mampu memikat semua wisatawan mancanegara.
Menurut Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria, melalui Program Save Maninjau mencegah kerusakan Danau akibat keramba jaring apung yang sudah melebihi kapasitas. Dampak buruknya, memicu tubo belerang naik kepermukaan.
Agar ketergantungan hidup perekonomian berubah, melalui potensi wisata yang hebat, penting melakukan inovasi dan terobosan. Menggandeng semua pihak, mensukseskan iven minimal bertaraf nasional. “Sebagai rangkaian Save Maninjau, kita melakukan brifing dengan sejumlah kepala dinas untuk merancang Festival Danau Maninjau yang seharusnya sudah bertaraf Internasional,” kata Trinda.
Pertama dari sisi alam. Mulai dari udara, darat dan air atau hamparan danau. “Kita akan ekporasi betul untuk mendatangkan banyak orang dengan banyak segmen. Kalau udara Para Layang, di darat berupa kesenian, cagar budaya dan suasana alam lainnya. Sedangkan di air, bisa menikmati suasana di tengah danau. Dan kita akan kemas, bagaimana wisatawan betul-betul merasakan langsung paket wisata alam Ini,” terangnya.
Selain itu, lomba fun bike, maraton, para layang, dragon boat dan sampan tradisional akan menjadi daya tarik wisatawan untuk menikmatinya. Termasuk juga wisata reliqius dan kuliner. Museum Hamka, Kutubchanah dan Makam Syekh Muhammad Amrullah sebagai tokoh penyiar Islam di Kabupaten Agam hingga sudah sangat mashur di Negara mayoritas Islam di Dunia.
Halal tourism menjadi rujukan utama dalam pariwisata di Sumatra Barat, Khususnya di Kabupaten Agam. Dalam ivent festival yang diangkat, kita menampilkan simbol-simbol kebudayaan. Seperti perlombaan asmaul husnah, tambua tansa, penampilan silat tradisional hingga sampan tradisional.
Mantan Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat Ini juga menjelaskan Danau Maninjau juga sudah tercatat salah satu Geopark atau Taman Bumi Nasional. Dan sudah diusulkan untuk masuk ke Unesco Global Geopark. Hal tersebut akan meningkatkan daya tarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Danau Maninjau nantinya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Erniwati menambahkan selain pemanfaatan cagar budaya dan wisata alam, Danau Maninjau juga memiliki wadah perlombaan pacu sampan dan Dragon Boat. Dalam Hal Ini merangkul Koni Kabupaten Agam bersama Cabor Dayung sebagai panitia pelaksana.
“Kita dianugrahi keindahan yang sangat komplit dan beragam. Memaksimalkan dan menjalin kerjasama semua pihak jelas akan mensukseskan program Save Maninjau menuju Pariwisata bertaraf Internasional,” pungkasnya. (rud)
















