Ini Dia Tiga Konsep Geopark Sianok Maninjau

Penulis -

Selasa, 3 September 2019 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Ahmad Fadly, seorang tenaga ahli geologi menjelaskan konsep geopark terdapat tiga pilar komponen alam dan budaya. Ketiga tersebut yakni warisan geologi atau geoheritage, warisan biologi dan warisan budaya. “Membuat konsep Geopark, kita mendasari kearifan lokal dulu. Kita menggali dari tiga pilar intinya. Di situ ada alam, budaya dan biodevercity fauna yang dikaitkan dengan aktivitas masyarakatnya,” ungkapnya saat memberikan materi di Sosialisasi Geopark Sianok Maninjau di Hotel Nuansa Maninjau, Selasa (3/9).

Melalui objek tersebut dapat dilakukan riset disertai kuliner, homestay, serta kelompok bisnis tour di dalam kawasan atau geosite. Untuk pengembangan geosite tersebut harus dikembangkan dulu masyarakatnya. Membangun visi dan misi yang jelas untuk pemanfaatan alam tanpa merusak kelestarian alam. “Mau diambil dari sisi edukasinya, ilmiahnya atau adat budaya. Dan kemungkinan itu bisa digabung dalam satu kemasan,” terangnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Diterangkannya, masyarakat harus ambil alih dan berperan dalam kawasan tersebut. Objek-objek besar menjasi zona inti, sementara masyarakat akan bermain di zona penyanggah dengan melibatkan aktifitas. “Seperti adanya keripik, rendang ketika dilalui ataupun kerajinan-kerajinan atau geoprodak dalam kawasan geopark tersebut,” tururnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto mengatakan sejak ditetapkanya Kabupaten Agam menjadi Kawasan Geopark Nasional, maka penting dilakukan sosialisasikan ke masyarakat. Pemanfaatan hutan dapat dilakukan sejalan dengan pelestarian warisan alam, warisan biologi dan warisan budaya.

“Seluruh stagholder kita hingga ke penggiat wisata, pemerintahan nagari, camat dan pemerhati wisata penting memahami konsep geopark tersebut. Apa-apa saja yang masuk dalam kawasan tersebut, objek pasa saja, dan apa saja situsnya sehingga lebih dikenal terlebih dahulu. Dan lalu kedepan, kita akan berbagi, mana yang bisa ditindaklajuti oleh pemerintah nagari beserta anggarannya, mana yang bisa ditindalanjuti oleh pemerintah kabupaten, dan jika anggarannya besar maka kita usulkan ke pemerintah pusat,” tutur Martias.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pengembangan wisata kabupaten agam berpedoman kepada geopark. Disamping untuk wisata, jauh dari pada itu untuk penyelamatan ekosistem, flora fauna, maupun situs-situs budaya, berupa keagamaan, sejarah dan lainnya. “Khusus warisan budaya sangat mendukung pengembangan wisata, seperti kuliner, sejarah edukasi ulama masa lalu. Hal ini akan kita tindaklanjuti melalui penganggaran di tahun 2020 nanti,” pungkas Sekda Kabupaten Agam. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB