Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Ini Dia Program Prioritas Komunitas Pemuda Kampung Hamka

Dibaca : 471

Agam, Prokabar — Setelah melakukan kunjungan ke Komunitas Tabuik Diving Club dan Destinasi Lubuak Nyarai, Komunitas Pemuda Batung Panjang, Kanagarian Sungai Batang merancang strategi jitu mensukseskan program jangka pendek dan jangka panjang.

Mereka segera membentuk struktur kepengurusan serta melakukan pembenahan diri. Sebagai Pemuda generasi millennial yang akan membangkitkan marwah Buya Hamka beserta Buyutnya, mereka juga akan konsisten melakukan penyuluhan dengan merangkul Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya beserta Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai dalam nagari.

Langkah selanjutnya, mensukseskan kegiatan perbekalan dan loka karya yang akan dihadiri Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Dr. Pramono. M.Hum. Salah satu akademisi ahli Manuskrip sekaligus peneliti sejarah Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dan Haka (Haji Abdul Karim Amrullah).

“Kami terlebih dahulu menyusun struktural kepengurusan dan langsung rapat menyusun program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang,” tegas Fajri, Ketua Pelaksana Kunjungan Ke Pariaman dan Padang Pariaman.

Sementara itu, Rudi Yudistira, salah seorang penggagas penggerak pemuda tersebut menjelaskan langkah pertama yang harus dilakukan adalah Tikam Jejak Buya Hamka.

“Kita akan menggali dan mencari kembali restrospeksi masalalu Buya Hamka. Dimana beliau tinggal, mandi, mengaji, bermain dan sebagainnya. Lokasi itu akan dijadikan edukasi wisata sekaligus menanamkan kembali marwah beliau,” ungkapnya.

Komunitas pemuda tersebut juga akan membuat simbol-simbol atau kata-kata bijak Buya Hamka. “Kita bersama-sama goro membuat kata-kata bijak Hamka dan dipasang di semua titik perkampungan. Sehingga memperkenalkan kembali nilai-nilai filosofi, prinsip maupun mentalitas sesuai ajaran Islam yang dititipkan Ulama tersebut,” terang Rudi.

Terobosan selanjutnya, komunitas pemuda itu juga akan secepatnya menjalin koordinasi dengan Ninik Mamak melalui Kerapatan Adat Nagari atau KAN, Alim Ulama dan Pemerintah Kenagarian Sungai Batang. 

“Kita harus merangkul seluruh komponen masyarakat. Terutama komponen Tigo Tali Sapilin atau Tigo Tungku Sajarangan dalam Nagari. Agar segala aktifitas kita mendapat dukungan semua pihak,” Pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top