Padang, Prokabar — Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat mengumumkan kondisi inflasi di Sumbar pada Mei 2019 yang diambil dari dua sampel kota, yaitu Padang sebesar 0,86 persen, sedangkan Bukittinggi 0,78 persen.
Kepala BPS Sumbar Sukardi menjelaskan, inflasi yang terjadi di Kota Padang karena adanya kenaikan indeks sebagian besar kelompok pengeluaran.
Kenaikan terbesar lanjut dia, terjadi pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 3,50 persen. “Ini juga diikuti kenaikan indeks pada kelompok pengeluaran transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,50 persen,” jelas Sukardi dari keterangan tertulis, Selasa (11/6).
Hal serupa juga memengaruhi inflasi yang terjadi di Kota Bukittinggi. Adanya peningkatan indeks sebagian besar kelompok pengeluaran. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 2,24 persen, diikuti kelompok pengeluaran transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,50 persen.
Dilihat dari 23 kota yang mengalami inflasi di Sumatra. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,78 persen, dan terendah di Kota Tanjung Pandan 0,21 persen. Kota Padang menduduki urutan ke 13 sedangkan Kota Bukittinggi menduduki urutan ke 15.
“Secara nasional Kota Padang menduduki urutan ke 31 dan Kota Bukittinggi menduduki urutan ke 34 dari 81 kota yang mengalami inflasi pada Mei 2019 di Indonesia,” tutup dia. (*/hdp)
















