Pariaman, Prokabar – Indra Muchlisin (23) tidak menyangka terpilih mewakili Kota Pariaman untuk dinilai menjadi Pemuda Pelopor SDA dan Lingkungan Tingkat Sumbar, katagori Lingkungan, di Aula Konservasi Penyu Provinsi Sumbar, Jumat (20/7).
Ia bersama tiga pemuda lainnya didatangi Tim Penilai Pemuda Pelopor untuk mempersentasikan peranannya mempelopori masyarakat dan pelajar, untuk peduli pada lingkungan.
“Awalnya saya gugup memaparkan pengalaman yang diminta tim penilai. Tidak lama kemudian karena menguasai ilmu didapat selama aktif di Tabuik Diving Club, akhirnya kepercayaan diri saya bangkit dan mudah memaparkannya,”kata Indra kepada prokabar.com.
Indra adalah salah satu dari belasan pemuda yang tergabung di Tabuik Diving Club (TDC). Organisasi Pemuda yang bergerak pelestarian lingkungan, khususnya Flora dan Fauna laut beserta pesisir pantai.
Ia bersama rekan-rekan lainnya, bergabung sejak 2012 lalu, di TDC serta Konservasi Penyu Pariaman. Ia selalu aktif dalam pelestarian lingkungan. Setiap waktu tertentu, ia rutin melakukan monitoring, menanam Terumbu Karang dan Mangrove sekitar laut dan muara Pariaman.
“Saya memaparkan kegiatan transplantasi Terumbu Karang, Penangkaran Penyu serta pelestarian Mangrove yang rutin kami lakukan setiap waktu yang telah ditentukan. Namun saat pemaparan, saya lebih terfokus pada Pelestarian Hutan Mangrove. Karena ilmu pengetahuan saya pada hutan bakau ini lebih baik dari lainnya,”lanjutnya.
Pemuda Kelahiran 16 Desember 1995 ini merasa senang bergabung di TDC. Mahasiswa STIE Sumbar Pariaman, semester 8 ini, dididik dan dibina oleh beberapa orang pelatih di TDC. Seperti Cithra Aditur Bahri, Nanda, Lita Yuliana, Aksa Prawira serta beberapa rekan lainnya.
Selain dapat bekerja di Konservasi Penyu, ia juga mendapatkan banyak ilmu tentang Flora dan Fauna laut. “Bahkan saya juga sudah bisa membawa mobil berkat kebaikan Kakak-Kakak di TDC ini,”katanya.
Ia juga menjelaskan selalu rutin ke beberapa sekolah dan perkampungan nelayan untuk melakukan silahturahmi sambil sosialisasi pentingnya menjaga Telur Penyu, Induk Penyu, Hutan Mangrove dan Terumbu Karang.
“Setiap musim libur kami selalu melakukan kegiatan sosialisasi. Baik kita berkunjung ke sekolah dan perkampungan nelayan. Kami juga selalu melayani dan memberi edukasi pelajar yang berkunjung dari berbagai sekolah,”tuturnya.
Dan saat ini, saya terpilih mewakili sahabat lainnya dalam penilaian Pemuda Pelopor SDA dan Lingkungan Tingkat Provinsi Sumatera Barat. “Saya sangat bersyukur apa yang telah saya raih hingga saat ini. Namun tentu saya tidak akan berhenti di sini saja. Masih banyak pekerjaan lainnya yang harus saya lakukan. Baik untuk membahagiakan kedua orang tua, maupun pelestarian lingkungan hidup,”tutup Indra. (rud)
















