Agam, Prokabar – Kader Posyandu Puskesmas Pembantu Batung Panjang, Kenagarian Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumbar menjadi puskesmas percontohan dan terbaik di Kabupaten Agam.
Bahkan puskesmas yang terletak di daerah terpencil lereng perbukitan Danau Maninjau tersebut mewakili Agam dalam penilaian Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Sumbar. Penilaian tersebut dihadiri langsung Ketua TP-PKK Sumbar, Hajah Nevi Irwan Prayitno, Bupati Indra Catri beserta Ibu dan Istri Wakil Bupati Agam, Candra Gumilarti dan TIM Penilai.
Istri Gubernur Sumatra Barat tersebut dalam sambutannya memuji dan apresiasi kader-kader posyandu tersebut. “Daerah tersebut memiliki medan yang sulit dan terpencil. Berkat kekompakan kader bersama Bidan Susi, walinagari beserta seluruh lapisan masyarakat, segala kesulitan dan masalah dapat teratasi dan memudahkan pelayanan,” kata Nevi Zuarina.
Kita juga sangat salut kepada Bupati beserta ibu yang selalu konsisten dan serius dalam pembinaan ibu-ibu PKK, KB maupun kader-kader menjalankan tugasnya. “Kabupaten Agam berhasil juara secara berturut-turut, menunjukan Bupati beserta jajarannya hingga kadernya serius menanggapi laporan dan mengawal evaluasi kinerja. Dengan tujuan, proses pencapaian hidup sehat, Ibu hamil yang terjaga hingga melahirkan dan membesarkan anak-anaknya dengan baik,” tuturnya.
Bupati Agam, Indra Catri juga dalam pidatonya, bahwa masyarakat Agam, khususnya di Salingka Danau Maninjau memiliki kearifan lokal yang hebat. “Caliak contoh ka nan manang, caliak Tuah nan sudah, baa mako anak-anak yang lahir di Sungai Batang ini Hebat-hebat, karena alamnya hebat. gizinya banyak, pendampingan orangtuanya masih banyak,” kata Indra Catri.
Masih ingat saat kecil-kecil lanjutnya, saat ibu hamil ia mengaji didampingi suaminya, mertua, ipa bisan lainnya. Tradisi jalang manjalang sangat kuat dahulunya, sehingga ibu yang sedang hamil dikunjungi keluarga, mertua, ipa dan bisan setiap saat sambil diantarkan beragam makanan bergizi. “Buah-buahan melimpah, sayur mayur melimpah, ikan melimpah, sekarang kadang-kadang itu lupa, maka perlu dibangkitkan kembali kearifan lokal tersebut,”lanjutnya.
Walinagari Sungai Batang, Jhon Hendra saat mengekspos potret Nagari Sungai Batang menyebutkan Kampung Kelahiran Buya Hamka tersebut saat ini memiliki 7 Jorong luas wilayah 2303 hektar, jumlah penduduk 5105 jiwa dengan jumlah 1343 Kepala Keluarga, sedangkan yang memiliki Hak pilih saat ini sekitar 3000 orang.
“Di Nagari Sungai Batang, khususnya di area perbukitan ini terdapat beberapa jorong terpencil. seperti Jorong Batu Anjung, dan Jorong Data Kampung Dadok. Terdapat ratusan penduduk yang menetap hidup di perkampungan tersebut. di saat ada orang sakit atau ibu hamil, sering kesulitan sehingga kami dari pemerintahan nagari membuat program layanan ojek kerjasama dengan 6 orang ojek,” kata Walinagari Sungai Batang.
Jhon Hendra melanjutkan, untuk peningkatan pemerintahan nagari telah membantu berbagai peralatan kesehatan, makanan lansia dan anak balita. Selain Puskesmas Pembantu merupakan tanah hibah masyarakat, dilanjutkan dengan pembangunan melalui dana DAK.
“Seluruh lapisan masyarakat, termasuk perantau dan tokoh ninik mamak yang ada di Sungai Batang saling bahu-membahu menciptakan masyarakat sehat, sejahtera dan bahagia,” tutupnya. (rud)
















