Pasaman, Prokabar — Ribuan anak di bawah lima tahun (Balita) menderita stunting alias, keterlambatan pertumbuhan di Kabupaten Pasaman.
Ini sangat mengkhawatirkan, jika tidak ditangani serius, bisa-bisa terancam gagal generasi penerus tanah kelahiran Tuaku Imam Bonjol ini.
Dinas Kesehatan Pasaman mencatat, sebanyak 1.253 anak mmengalami stunting.
“Rinciannya di Nagari Cubadak, Kecamatn Duo Koto, jumlah Balita stunting mencapai 415 orang anak. Disusul Nagari Ladang Panjang di Tigo Nagari 172 orang anak, Muaro Seilolo, Mapattunggul Selatan 164 orang anak, Ganggo Hilia, Bonjol 137 orang anak. Di Nagari Malampah, Tigonagari 102 orang anak. Binjai di Tigonagari 83 orang anak, Koto Kaciak, Bonjol 68 anak, Panti 52 orang anak, Kotorajo, Rao Utara 51 orang anak. Terakhir, Nagari Simpang Tonang 9 orang anak,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, dokter Arnida Kamis, (22/11).
Dinilai Arnida, kondisi gagal pertumbuhan fisik pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis ini bakal berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, dan penurunan produktivitas.
“Saat ini kami tengah fokus mengkampanyekan pencegahan stunting di Pasaman. Kami berharap besar kerjasama instansi terkait dalam hal pencegahan dan penanganan stunting,” tutup Arnida. (Ola)
















