Ini Dia, 7 Simbolis di Logo Pariaman Beserta Filosofinya

Penulis -

Sabtu, 7 Juli 2018 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar – Alfiandri Zaharmi (42) adalah pembuat Logo atau Lambang Sabiduak Sadayuang Kota Pariaman. Ia menciptakan simbol-simbol budaya buaya Pariaman dan berhasil menang dari tiga orang peserta sayembara Logo Pemko Pariaman pada 2004 lalu.

Pria yang menjadi Komisaris KPU Pariaman tersebut menceritakan kepada Prokabar.com, sejarah lahirnya logo tersebut memiliki sejarah dan filosofi yang sangat mendalam. Menurutnya, berdasarkan beberapa sumber Tokoh, Pariaman adalah kota pelabuhan pelaut dan perompak dahulunya.

Sampai akhirnya menjadi kota penting di pulau andalas ini. Dan pada akhirnya pedagang muslim seperti dari tanah Arab, India serta bangsa Timur Tengah dan bangsa eropa berdatangan ke kota kecil ini.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Adapun 7 simbol-simbol beserta makna filosofinya tersebut yakni :

1. Lambang Bintang dan Perisai bersegi lima.

Memiliki makna Ketuhananan Yang Maha Esa yang terkandung dalam Pancasila serta perjuangan mewujudkan berdirinya Pariaman tetap kokoh berdiri dan dijiwai budaya Minangkabau.

2. Tulisan KOTA PARIAMAN

Menunjukan Pariaman sebagai Kota Otonom dengan warna putih dengan makna bersih dan suci.

3. Lukisan Rumah Adat Minangkabau.

Bergonjong lima, satu pintu dan enam jendela memiliki makna simbol sikap transparan, sebagian besar lambang berwarna kuning melambangkan kemakmuran, dan masyarakatnya bersifat terbuka dan transparan. Mereka berasal dari perantauan Agam kelarasan Bodi Caniago dan Koto Piliang.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

4. Lukisan Kubah Masjid.

Melambangkan masyarakat kota Pariaman berpenduduk muslim dan berwawasan Agama Islam sebagai awal masuknya Islam pertamakali ke Minangkabau. Sesuai filosofi Syarak Mandaki, Adaik Manurun. Berwarna putih karena melambangkan kesucian dan kebenaran.

5. Tulisan Sabiduak Sadayuang.

Berarti masyarakat Pariaman dalam membangun selalu mengutamakan kebersamaan di atas kepentingan pribadi atau golongan. Dan masyarakat bersama Pemerintah secara bersama-sama bertanggungjawab membangun daerah.

6. Lukisan Biduak dengan Warna Merah dan Hitam.

Kota Pariaman terletak di pesisir pantai Samudra Indonesia. Biduak berwarna hitam menunjukan ketahanan dalam hempasan badai dan warna merah melambangkan keberanian dalam mengarungi lautan. Dahulu dikenal dengan Biduak Balacuang dan Biduak Pincalang sebagai alat berlayar atau melaut.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

7. Lukisan Laut dan Alunan Gelombang.

Ada enam garis gelombang laut dibawah lukisan Rumah Adat Minangkabau. Melambangkan rukun Iman dari umat Islam. Awalnya, Alfiandri Zaharmi membuat gelombang tersebut sebanyak 13 gelombang dengan makna umur Kota Pariaman pernah menjadi kota administrasi Kabupaten Padang Pariaman. Karena hak cipta milik Pemko Pariaman, kemudian perubahan itu akhirnya terjadi. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB