Trending | News | Daerah | Covid-19

Budaya

Ini Dia, 7 Simbolis di Logo Pariaman Beserta Filosofinya

Dibaca : 1.8K

Pariaman, Prokabar – Alfiandri Zaharmi (42) adalah pembuat Logo atau Lambang Sabiduak Sadayuang Kota Pariaman. Ia menciptakan simbol-simbol budaya buaya Pariaman dan berhasil menang dari tiga orang peserta sayembara Logo Pemko Pariaman pada 2004 lalu.

Pria yang menjadi Komisaris KPU Pariaman tersebut menceritakan kepada Prokabar.com, sejarah lahirnya logo tersebut memiliki sejarah dan filosofi yang sangat mendalam. Menurutnya, berdasarkan beberapa sumber Tokoh, Pariaman adalah kota pelabuhan pelaut dan perompak dahulunya.

Sampai akhirnya menjadi kota penting di pulau andalas ini. Dan pada akhirnya pedagang muslim seperti dari tanah Arab, India serta bangsa Timur Tengah dan bangsa eropa berdatangan ke kota kecil ini.

Adapun 7 simbol-simbol beserta makna filosofinya tersebut yakni :

1. Lambang Bintang dan Perisai bersegi lima.

Memiliki makna Ketuhananan Yang Maha Esa yang terkandung dalam Pancasila serta perjuangan mewujudkan berdirinya Pariaman tetap kokoh berdiri dan dijiwai budaya Minangkabau.

2. Tulisan KOTA PARIAMAN

Menunjukan Pariaman sebagai Kota Otonom dengan warna putih dengan makna bersih dan suci.

3. Lukisan Rumah Adat Minangkabau.

Bergonjong lima, satu pintu dan enam jendela memiliki makna simbol sikap transparan, sebagian besar lambang berwarna kuning melambangkan kemakmuran, dan masyarakatnya bersifat terbuka dan transparan. Mereka berasal dari perantauan Agam kelarasan Bodi Caniago dan Koto Piliang.

4. Lukisan Kubah Masjid.

Melambangkan masyarakat kota Pariaman berpenduduk muslim dan berwawasan Agama Islam sebagai awal masuknya Islam pertamakali ke Minangkabau. Sesuai filosofi Syarak Mandaki, Adaik Manurun. Berwarna putih karena melambangkan kesucian dan kebenaran.

5. Tulisan Sabiduak Sadayuang.

Berarti masyarakat Pariaman dalam membangun selalu mengutamakan kebersamaan di atas kepentingan pribadi atau golongan. Dan masyarakat bersama Pemerintah secara bersama-sama bertanggungjawab membangun daerah.

6. Lukisan Biduak dengan Warna Merah dan Hitam.

Kota Pariaman terletak di pesisir pantai Samudra Indonesia. Biduak berwarna hitam menunjukan ketahanan dalam hempasan badai dan warna merah melambangkan keberanian dalam mengarungi lautan. Dahulu dikenal dengan Biduak Balacuang dan Biduak Pincalang sebagai alat berlayar atau melaut.

7. Lukisan Laut dan Alunan Gelombang.

Ada enam garis gelombang laut dibawah lukisan Rumah Adat Minangkabau. Melambangkan rukun Iman dari umat Islam. Awalnya, Alfiandri Zaharmi membuat gelombang tersebut sebanyak 13 gelombang dengan makna umur Kota Pariaman pernah menjadi kota administrasi Kabupaten Padang Pariaman. Karena hak cipta milik Pemko Pariaman, kemudian perubahan itu akhirnya terjadi. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top