Ini Dia 10 Program Inovatif Rumah Baca Anak Nagari di Jorong Aro Kandikir

Penulis -

Selasa, 1 Oktober 2019 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Pengelolaan sebuah rumah baca tidaklah mudah untuk mencapai hasil maksimal. Membutuhkan perencanaan yang matang dan diiringi pelaksanaan berkelanjutan.

Seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Baca Anak Nagari (RBAN) di Jorong Aro Kandikir, Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. TBM ini memiliki strategi khusus dalam mengelola rumah baca dengan program-program yang menunjang budaya literasi.

Pendiri rumah baca, Sry Eka Handayani mengatakan, strategi pengelolaan RBAN memiliki tiga bagian yang meliputi pengelolaan fisik TBM berupa sarana prasarana, pendanaan dan sumber bacaan, serta pengelolaan program.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Strategi yang dilakukannya adalah mengkondisikan suasana lingkungan fisik yang nyaman dan ramah terhadap budaya literasi. Menyediakan pendanaan dan sumber bacaan sesuai dengan usia pengunjung rumah baca. Melaksanakan program-program literasi yang inovatif, kreatif dan berkesinambuangan.

“Dalam mengelola rumah baca kita menerapkan 10 program inovatif, kreatif dan berkesinambungan seperti, penampilan minat bakat sastra dan bimbel gratis Senin sampai Sabtu,” ujarnya, dilansir Prokabar dari MC Agam, Selasa (1/10).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Kemudian go send buku atau mengantarkan dan meminjamkan buku kepada masyarakat, babe aktif atau mengolah barang bekas menjadi produk bermanfaat. Kemudian gerakan sosial masyarakat, titian ke surga, mendatangkan tim ahli, movie edukasi, olah raga dan permainan tradisional, jumpa berlian atau Jum’at petang bersihkan lingkungan.

Dengan 10 program inovatifnya itu, RBAN yang baru berdiri dua tahun sudah memberikan dampak besar kepada masyarakat. Bahkan RBAN saat ini menjadi wadah bagi anak Nagari Gadut untuk menggali potensi diri sejak kecil.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“RBAN salah satu ruang baca di Agam berupaya terus bergerak dengan ide-ide yang inovatif, kreatif dan berkesinambungan,” sebutnya.

Ke depan RBAN berencana akan membentuk kampung literasi dengan merangkul pemerintah dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama dalam penguatan karakter dalam membangun budaya literasi dan masyarakat pembelajar. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB