Agam, Prokabar — Pasca terjadinya Banjir Bandang di Nagari Sitalang dan Batu Kambing, Kecamatan Ampek Nagari menyisakan kerugian materi pada ratusan masyarakat. Meski tidak ada korban jiwa, namun bencana merusak sejumlah sarana sekolah, masjid, mushalla, kios pasar, kedai dan puluhan rumah warga. Ditambah beberapa ekor hewan ternak, ratusan hektar sawah dan ladang jagung siap panen.
Di Nagari Sitalang terdapat dua Jorong terdampak Banjir Bandang atau galodo tersebut. Pertama di Jorong Kampung Melayu. Rusaknya 6 unit kedai warga, lima unit rusak berat dan 1 unit rusak sedang. 6 unit rumah warga, lima 5 unit rusak berat dan 1 unit rusak sedang.
“Pasar Rabaa Sitalang terendam lumpur setinggi 30 cm hingga 70 cm. Ditambah 1 unit jembatan putus, dan 3 unit mesjid. 2 unit rusak sedang dan 1 unit rusak ringan,” ungkap Kalaksa BPBD Agam, Muhammad Lutfi didampingi Jajarannya, Jumat (13/3).
Selain robohnya jembatan permanen penghubung Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari dengan Kecamatan Palembayan, material lumpur juga masuk ke rumah warga sebanyak 6 unit, sehingga merusak peralatan rumah tangganya.
“Kerugian material lainnya di Jorong Kampung Melayu seperti 1 unit sepeda motor, 3 hektar sawah warga rusak dan gagal panen,” imbuhnya.
Sementara itu, di Jorong Tandikek Nagari Sitalang, terdapat sejumlah kerugian materil lainnya. Seperti 80 hektar lahan pertanian terendam dan rusak. 1 unit rumak rusak berat, 8 ekor sapi dan 5 unit sepeda motor hanyut terbawa arus. Jalan usaha tani sepanjang 70 meter ambles. Dua unit jembatan kayu penghubung ke lahan pertanian roboh. Dan satu unit jembatan rajang hanyut.
“Di Nagari Batu Kambiang, tidak kalah parah kerusakannya. Terutama di tiga jorong. Yakni Jorong Kamparcan, Jorong Pasa Batu Kambiang dan jorong Alahan Siriah ” tuturnya.
Di Jorong Kamparcan, 8 unit rumah rusak sedang dengan kondisi dapur rumah hanyut. Dinding ruang belajar MTsN 13 Agam jebol sebanyak 2 unit. Robohnya pondasi mushala, rumah penjaga, dan dinding ruang OSIS MTsN 13 Agam Batu Kambing. 10 hektat lahan pertanian warga juga mengalami kerusakan.
Kerusakan di Jorong Pasa Batu Kambing hanya 1 unit rumah rusak berat dengan dapur hanyut. Dan terendamnya 1 hektar perkebunan jagung warga. Di Jorong Alahan Siriah, terdapat 4 unit rumah warga dimasuki lumpur. 1 unit rajang terbawa arus banjir bandang dan 11 hektar kebun jagung rusak dan gagal panen.
“Tim gabungan Pemda Agam, TNI, Polri beserta relawan lainnya, telah melakukan pembersihan ke semua lokasi terdampak Banjir Bandang. Setda Agam, Martias Wanto sesuai intruksi Bupati Agam Indra Catri, menargetkan seminggu kedepan menjadi tanggap darurat Kabupaten Agam. Semangat gotong royong masyarakat sangat baik. Dan diharapkan untuk terus bersama-sama melakukan pembersihan kedepannya,” pungkas M. Lutfi. (rud)
















