Ini Cara Pemda Pessel Tingkatkan Populasi Kerbau

Penulis -

Jumat, 29 November 2019 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Pemerintah daerah Pesisir Selatan melakukan inseminasi buatan untuk meningkatkan populasi kerbau didaerah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Pesisir Selatan (Pessel), Rusdianto menjelaskan bahwa inseminasi buatan (IB) bukan saja dilakukan terhadap ternak sapi, tapi juga terhadap ternak kerbau. Upaya itu dilakukan agar populasinya bisa meningkat.

Menurut dia, upaya itu agar minat dan keinginan peternak untuk melakukan kawin suntik terhadap ternaknya itu (kerbau red) kian meningkat, sehingga pemerintah daerah (Pemda) setempat melalui Disnakeswan terus maksimalkan sosialisasi IB kepada masyarakat

“Agar minat masyarakat untuk melakukan kawin suntik atau IB terhadap kerbau betina semakin tinggi di Pessel, sehingga kita terus memaksimalkan sosialisasi di lapangan. Sebab melalui upaya ini, peningkatan populasi akan bisa tercapai secara maksimal,” kata Rusdianto dilasir dari MC Pessel, Jumat (29/11).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dia mengakui bahwa kawin suntik terhadap kerbau betina belum begitu diminati oleh masyarakat di Pessel. Sebab masyarakat masih beranggapan bahwa kawin suntik hanya lazim dilakukan pada sapi betina.

“Berkat kegigihan petugas dan tenaga inseminator, sehingga masyarakat telah mulai membuka diri agar kerbau betinanya kawin suntik, yakni di kecamatan atau nagari-nagari yang dijadikan sebagai sasaran program,” jelas dia.

Dia menambahkan bahwa bibit kerbau yang akan disuntikkan merupakan bibit berkualitas yang didatangkan dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) Tuah Sakato Sumatera Barat.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kita berharap melalui upaya yang sudah dilakukan itu, para peternak akan memiliki antusias memperbanyak hewan peliharaannya melalui program IB,” ujarnya.

Dia mengatakan, rendahnya peningkatan populasi ternak kerbau bukan saja karena kurangnya lahan gembala, tapi juga karena tidak maksimalnya proses kawin secara alami akibat kekurangan pejantan.

“Tahun 2016 populasi kerbau terdata di Pessel 8.430 ekor. Jumlah ini tersebar di semua kecamatan, kecuali kecamatan Bayang Utara. Sebab sebagai daerah yang berada pada ketinggian, kecendrungan masyarakat untuk memelihara kerbau minim,” jelasnya.

Ditambahkan bahwa dari rentang 2012 hingga tahun 2018, peningkatan populasi kerbau terbanyak hanya terjadi pada tahun 2015 ke tahun 2016. Sebab pada rentang tahun itu, terjadi peningkatan sebanyak 159 ekor.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sementara dari tahun 2012 ke 2013, peningkatan populasi hanya 87 ekor. Yakni dari 8.031 ekor menjadi 8.118 ekor. Memasuki tahun 2013 ke tahun 2014, peningkatan sebanyak 86 ekor pua. Dari jumlah itu, sehingga pupulasinya menjadi 8.204, dari 8.118 ekor tahun sebelumnya.

“Menurut ideal, semestinya peningkatan populasi kerbau sebesar 0,88 persen dari total populasi per tahunnya. Namun peningkatan ideal itu tidak tercapai akibat kurangnya pejantan. Makanya kesadaran IB ini perlu terus ditingkatkan terhadap pemilik ternak tersebut,” tutup dia. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB