Daerah

Ini Cara Pemda Agam Tekan KDRT

Lubuk Basung, Prokabar — Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto menekankan agar orang tua dan keluarga harus ketat menjalankan tugas dan fungsinya. Ketatnya kontrol atau pengawasan, dapat mencegah tindak kekerasan perempuan dan anak.

Peran orang tua lanjutnya, memiliki waktu yang sangat banyak berinteraksi dengan anaknya. Jika perhatian maupun pemenuhan kebutuhan yang baik kepada anak, akan membuat anak semakin terbuka kepada keluarganya.

“Selain ayah dan ibu, tentu ada juga ada kakak, mamak, bibi, nenek dan anggota keluarga lainnya tempat anak bercerita. Hal tersebut akan menangkap cepat atau mencegah terjadinya kekerasan pada anak,” ungkap Martias pada suatu kesempatan.

Tidak pelaku kekerasan paling banyak dilakukan orang terdekat, namun hal itu tidak akan terjadi bila seluruh anggota keluarga memiliki mentalitas reliqius. Sehingga memiliki kesabaran serta tanggungjawab yang baik. “Disinilah pentingnya pengetahuan agama kepada orang tua dan keluarganya. Anak adalah amanah, seluruh anggota keluarga wajib menjaga, mendidik dan memberikan pendidikan yang layak kepadanya,” terang Sekdakab Agam tersebut.

Meski demikian, ia mengklaim selama tiga tahun terakhir, angka kekerasan kepada perempuan dan anak di kabupaten Agam semakin menurun. Data dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Agam, tercatat pada tahun 2016 terjadi sebanyak 21 kasus kekerasan terhadap anak. Di 2017 terjadi 20 kasus. Dan tahun 2018, turun 4 kasus yakni menjadi 16 kasus.

“Kita berupaya semaksimal mungkin agar angka KDRT di kabupaten Agam bisa terus ditekan. Berbagai program sudah dilakukan, salah satunya melakukan pendampingan kepada korban,” tuturnya.

Pemda Agam juga telah membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), di setiap kecamatan dan nagari. Berkoordinasi dengan polisi jika terkait masalah hukum.

“Selain itu, kita juga melibatkan Ninik Mamak melalui KAN serta Ulama melalui KUA, dalam mengantisipasi terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kita akan memperketat regulasi melalui Perda dan Pernag. Di sisi lain, saat pranikah, kita juga menekankan kepada calon pasangan suami istri, untuk mencegah terjadinya kekerasan,” pungkas Martias. (rud)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top