Pasaman, Prokabar — Hari baik bulan baik, begitulah kira-kira sebutan bagi masyarakat Minangkabau dalam menyambut bulan suci Ramadan. Berbagai tradisi dan kebiasaan dijalankan. Ada yang ke pusara orang tua dan sanak kerabat atau kaum, memasak lamang, ada juga yang syukuran seperti masyarakat di nagari satu ini.
Usai melaksanakan gotong royong membesihkan pandam pakuburan alias pemakaman kaum, masyarakat di Kampung Melayu V Koto, Kecamatan Bonjol menggelar syukuran. Tiga ekor kambing disemblih. Dibersihkan lalu dimasak untuk dimakan bersama masyarakat kaum dan sekitar.
Tak lupa, untaian doa juga mengiringi langkah masyarakat dalam menyambut hari baik, bulan suci Ramadan 1449 Hijriah tahun ini.
“Ini merupakan kebiasaan di Kampung Melayu. Pada intinya, kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi bagi masyarakat di lingkungan kaum dan masyarakat sekitar,” kata salah seorang masyarakat setempat, Abdi, Jumat (3/5).
Pantauan Prokabar, tidak saja di Kampung Melayu, di beberapa perkampungan lainnya, juga melakukan hal yang sama. Ini membuktikan, tradisi di Pasaman masih sangat terjaga. Filosofi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, masih kental dan dipakai masyarakat di tanah Pasaman Saiyo. Baik itu dalam menyambut hari-hari tertentu, maupun dalam kehidupan sehari-hari. (Ola)
















