Pasaman, Prokabar — Hari buruh, almanak merah. Kesempatan bagi para buruh dan pekerja kantoran untuk menenangkan fikiran. Rekreasi bersama keluarga, hingga melakoni hobi. Seperti yang dilakukan Komunitas Sepeda Pasaman (KSP).
Dinahkodai Anwir Salam, komunitas ini menakhlukan rute Bukittinggi-Lubuk Sikaping. Dimana jarah tempuh sekitar 75 kilometer. Terdengar jarak tempuhnya, memang sedikit jauh. Jalan berliku dan mendaki pula. Namun, ini tidak menyurutkan nyali 48 peserta pesepeda. ‘Dilanyaunya’ rute ini dengan kekuatan penuh oleh peserta. Bahkan, macam peserta Tour de Singkarak pula. Tampak berombongan dan melaju dengan kecepatan tinggi, masyarakat hingga anak-anak yang kebetulan ada di tepi jalan, mendadahkan tangan kepada pesepeda. Mereka menyoraki dan memberi semangat.
“Ayo om, semangat,” teriak anak-anak yang kebetulan berada di tepi jalan sepanjang rute.
Kegiatan ini diakui Anwir, salah bentuk partisipasi dalam memperingati hati buruh, Rabu, 1 Mei. “Buruh punya beban fikiran, kita pekerja kantoran, juga. Dengan bersepeda, kita hilangkan beban-beban ini. Kumpul sama-sama, canda tawa, jalin silaturahmi, dengan begini kita sudah menyelamatkan jiwa kawan-kawan buruh dan pekerja kantoran. Ingat, dalam psikologi kesehatan, pikiran lega, bisa menambah rentang usia. Ini yang ingin kita wujudkan,” kata Anwir Salam.
Lebih lanjut, Yonda, salah seorang pengurus inti KSP menjelaskan, banyak kenikmatan dan kesehatan yang didapat dalam bersepeda. Peningkatan kualitas jantung hingga membuat badan menjadi sehat dan bugar.
Banyak harapan yang disebarkan komunitas ini selama menakhlukan rute Bukittinggi-Lubuk Sikaping. Salah satunya, giatkan bersepeda dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harapkan, bersepeda tidak hanya sebatas hobi lagi. Di negara maju, sepeda sudah menjadi salah satu alat transportasi utamanya. Seperti di belanda. Manfaatnya, jelas, biar sehat, ramah lingkungan dan paling besar itu mengurangi polusi udara. Mudah-mudahan apa yang kita niat dan harapkan dapat terwujud,” tukas Yonda. (Ola)
















