Ini Cara ISI Padang Panjang Lestarikan Musik Melayu

Penulis -

Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Panjang, Prokabar — ISI Padang Panjang terus berinovasi melakukan pelestarian music melayu ditengah derasnya perkembangan music modern. Hal itu muncul pada paparan sejumlah pemerhati pada seminar nasional Temu Musik Melayu 2018 di ISI Padang Panjang, Kamis (18/10).

Kegiatan swadaya jurusan Karawitan ISI Padang Panjang tersebut mendatangkan Keynote Speaker Prof Dr Phil Gusti Asnam, dan narasumner Ediwar, Ahmad Akmal dan Asril. Sejumlah studi kasus dan hasil riset yang telah dilakukan selama beberapa waktu terakhir diungkap pembicara dengan lugas. Di dalam paparan yang disampaikan persoalan pola pengajaran, pewarisan, kendala pelestarian, upaya penemuan bentuk-bentuk baru, pengembangan tradisi dan hal-hal lain terkait kondisi musik melayu.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Asril menyampaikan simpulan seminar hari itu mempertegas akan arti penting peran music Melayu. “Situasi seni melayu di era globalisasi mendapat tantangan yang luar biasa. Artinya, seni melayu saat ini sedang berkompetisi mempertahankan diri disamping harus berhadapan dengan globalisasi,” katanya.

Nilai-nilai budaya melayu secara optimis dapat dipertahankan dan dikembangkan. “Seni melayu dapat berkesesuaian dengan selera masyarakat saat ini. Tetapi tidak harus meninggalkan hal-hal mendasar yang ada padanya,” lanjutnya.

Keterlibatan pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan sangat penting dalam upaya pelestarian seni melayu. “Salah satu hal terpenting saat ini adalah melakukan penelitian terhadap seni melayu, khususnya musik melayu. Hal ini penting mengingat beratnya tantangan seni melayu seperti saya sampaikan tadi,” sebutnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Seni melayu terutama seni-seni Islam harus tetap dipertahankan sebagai jati diri bangsa melayu itu sendiri. “Dalam kajian atau penelitian hendaknya hasilnya diangkat dipublis dengan baik agar diketahui semua orang,” tuturnya.

Temu Musik Melayu yang sudah kali keempat digelar, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk di percepat. “Kalau awalnya sekali 4 tahun, sekarang kita mewacanakan agar dilaksanakan sekali dalam dua tahun,” terangnya.

Ediwar juga menyapaikan temu Musik Melayu kali ini sekaligus membahas rencana membentuk forum kajian dan kekaryaan temu Musik Melayu. Sementara itu, ketua Panitia Susandra Jaya mengatakan, tema besar yang diangkat dalam temu Musik Melayu 2018 berkaitan dengan upaya penyatuan keberagaman yang ada dalam khazanah musik nusantara terutama musik melayu.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Seperti yang kita lihat saat ini, persatuan dan kesatuan bangsa kita tengah diuji. Melalui kekayaan seni musik nusantara, kita optimis persatuan itu dapat kita pertahankan dan kita rajut agar kembali kuat,” ungkapnya. Hal-hal terkait upaya tersebut juga menjadi bahasan penting pada seminar yang digelar hari itu. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB