Ini Cara Baik dan Benar Saat Menyusui

Penulis -

Rabu, 8 Agustus 2018 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Ibu menyusui agaknya jangan sembarangan memberikan air susunya kepada si buah hati. Apa sebab, jika tidak tepat, baik itu waktu dan caranya, bisa berakibat fatal bagi kelangsungan hidup si bayi. Jika tepat, banyak juga manfaat yang didapat. Ini dia.

Salah satu manfaat terbesar ialah, menjaga pondasi kehidupan. Dimana sang anak yang disusui terhindar dari stunting dan malnutrisi, serta memutus rantai kemiskinan untuk generasi Indonesia genius.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Itu untuk si anak. Untuk si ibu juga banyak manfaatnya. Seperti membantu bonding dan perkembangan, membantu menunda kehamilan baru dan melindungi kesehatan ibu. Keunggulan lainnya biaya lebih rendah dibanding asupan buatan dan tersedia kapan saja,” kata Dirut RSUD Lubuk Sikaping, Yong Marzuhaili saat membuka kegiatan peringati pekan ASI Dunia 2018 yang dihadiri puluhan ibu-ibu di RSUD Lubuk Sikaping, Rabu (8/8).

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Dalam kegiatan itu disimpulkan, cara menyusui yang benar adalah dengan mengatur posisi ibu untuk senyaman mungkin dan rileks. Setelah posisi ibu nyaman, gendong dan pegang kepala bayi, beri rangsangan pada daerah bibir bawah bayi dengan menggunakan puting susu ibu. Bayi akan mulai menggunakan lidahnya untuk mengisap ASI. Biarkan bayi mengatur sendiri seberapa cepat ia akan makan. Perlu diingat, tidak ada batasan waktu pasti saat menyusui.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kapan harus mulai berpindah payudara, si Ibu dapat merasakan payudara akan menjadi lunak setelah bayi menyusu di satu payudara. Tindakan menyusui secara bergantian dapat mencegah payudara yang belum dipakai menjadi nyeri. Setelah bayi anda kenyang, tepuklah pelan-pelan di sekitar punggung bayi, biarkan bayi mengeluarkan sendawa,” tutup Rita Arrianty, anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Sumatera Barat yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB