Daerah

Ini Aspek Ekonomi yang Perlu Jadi Perhatian Pemda Menurut Guru Besar Unand

Dibaca : 456

Padang, Prokabar — Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Prof. Dr. Werry Darta Taifur, SE, MA menyatakan ada lima aspek ekonomi yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) dalam kondisi wabah corona virus 19 (covid 19).

“Seperti diketahui virus ini tidak akan ada vaksinnya dalam waktu cepat, harus dilakukan bagaimana berkegiatan dalam kondisi covid, artinya kalau masuk dalam bidang ekonomi tentu semua kegiatan ekonomi terkait mengembangkan dan membangkitkan ekonomi harus sesuai dengan kondisi covid ini,” ujarnya dilansir Prokabar dari Humas Unand, Sabtu (16/5).

Menurutnya, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) secara statistik belum lagi pada proporsi kegiatan ekonomi tapi data pengangguran dan data yang lain-lainnya seperti inflasi angkanya belum seburuk nasional artinya Sumbar cukup baik, tetapi beberapa sektor sudah mulai mengalami dampak terutama sektor pariwisata.

Perhatian utama yang harus diperhatikan yaitu di Sumbar sendiri terdapat 1,65 juta orang yang bekerja disektor informal mereka inilah terdampak berat, tidak mampu melakukan physical distancing, preventingsehinggga keterpaksaan hidup banyak bergerak akibatnya menjadi bahagian yang mungkin terpapar covid 19.

“Mereka yang terkena langsung dampak ekonomi berdasarkan hasil penelitian dari seluruh Indonesia mengalami penurunan pendapatan dari 35-75% yang menarik adalah ada yang terpuruk, tetap dan ada yang meningkat,” sambungnya.

Ada hal yang perlu dilakukan kajian kedepan dikatakannya bagaimana rumah tangga yang bisa meningkatkan pendapatan selama covid ini, bisa didorong dan juga disosialisasikan sehingga juga menjadi penyemangat dan pemacu untuk membangkitkan ekonomi bagi rumah tangga-rumah tangga yang lain.

Selanjutnya, bagaimana menyelematkan sekitar 586.930 UMKM yang 50%nya bergerak dibidang perdagangan makanan dan minuman, dalam usaha ini sudah pasti tidak bisa bergerak lagi karena wabah ini.

Oleh sebab itu, yang perlu diketahui UMKM ini agar dapat menyesuaikan hidup dengan covid 19, perlu ada kajian dan pendalaman sehingga bisa bertahan dan berkembang dalam suasana covid ini.

Maka dari itu, disampaikannya perlu mencarikan instrument dan wadah yang bisa membangkit ekonomi sekitar 586.930 UMKM ini.

Kemudian, pentingnya pembenahan data, supaya tidak terulang lagi dengan kasus sekarang ini, mengenai penyebaran dan pendistribusian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan yang lainnya yang terganggu dan terhambat oleh permasalahan data di lapangan.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top