Padang, Prokabar – Peningkatan infrastruktur jalan dan juga peningkatan kapasitas SDM, jadi aspirasi warga RW 13 Kelurahan Tunggul Hitam.
Aspirasi ini disampaikan secara langsung kepada Evi Yandri Rajo Budiman, dalam reses anggota DPRD Sumbar tengah pekan ini, (27/10).
Diantara aspirasi yang telah terealisasi, adalah betonisasi jalan di jalan mawar tujuh, dan juga rencana betonisasi di jalan denai.
Jalan denai menjadi penting karena merupakan akses termudah warga menuju jalan bypass, terutama yang bermukim di RW 13.
“Alhamdulillah warga merespon, karena pak Evi Yandri Rajo Budiman, tidak hanya mendengar aspirasi, namun juga merealisasikannya,” sebut Sutikno, Ketua RW 13 Kelurahan Dadok Tunggu Hitam.
Jalan Denai sendiri, rencananya akan dimulai pengerjaannya pada April 2023.
Panjangnya jalan denai, membuat warga berharap, sebagian jalan yang belum terealisasi di 2023, dapat ditimbun saja terlebih dahulu.
Beberapa permintaan lainnya adalah, bantuan alat rebana, wireless untuk kelompok senam, pelatihan UMKM untuk industri kecil, seperti pembuatan kue, hingga penerangan jalan.
Sementara itu, juga terdapat permintaan perubahan status mushalla jadi masjid, mengingat telah banyaknya jamaah.
Persoalan banjir, dan juga masalah keberadaan gudang gas, di salah satu rt yang beraktivitas di malam hari, di rt 05 rw 13, juga disampaikan kepada Evi Yandri Rajo Budiman, yang juga Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumbar ini.
Keramaian pasar pagi, yang juga kerap menghambat lalu lintas, juga disampaikan, sehingga dapat dicarikan bersama solusinya.
Permintaan lainnya kepada Evi Yandri Rajo Budiman, adalah persoalan jalan di rt 05 rw 13, yang butuh diperlebar, atau diperbaiki segera, karena merupakan akses pintas menuju jalan bypass, kurang lebih 800 meter membutuhkan pengerasan.
Persoalan sosial lainnya yang mengemuka, adalah adanya warga yang mengontrak, namun tidak mendapatkan bantuan, karena bukan lah kk setempat.
Evi Yandri, akan mencoba mengkomunkasikan ke Fraksi Gerindra DPRD Padang untuk persoalan yang menjadi kewenangan Pemko, seperti perbaikan jalan dan juga penerangan jalan.
Sementara untuk kebutuhan akan keterampilan seperti pelatihan pembuatan kue atau pun UMKM lainnya, warga diminta membuat kelompok atau kube, dan atau kelompok wanita tani, untuk pemberdayaan lahan atau pun pertanian/peternakan. (adh)
















