Daerah

Informasi Hoax Viral, Satpol PP dan Damkar Pasaman Meradang

Pasaman, Prokabar — Jagad raya Pasaman dihebohkan oleh berita salah satu mobil dinas di Pasaman nekat menerobos di jalur yang salah saat mengisi BBM. Tersebar berita ini di jagad dunia maya.

Berita ini dimuat di redaksional.com. Tertanggal tayang 7 Juni 2019 dan berjudul, Nekat!!! Mobil Dinas Pemerintah di Sumbar ‘Bagak’ Menerobos Dari Jalur Salah. Dalam berita itu, objeknya mobil dinas BA 41 D yang diketahui milik Kasatpol PP dan Damkar Pasaman, Asmadi.

Meradang Asmadi dibuatnya. Sebab, sampai-sampai berfikir buruk netizen yang membacanya. Apalagi, bagi yang tidak memperhatikan betul isi berita.

Kejadian yang sebenarnya tidak seperti yang diberitakan. Malah Asmadi sangat menyayangkan adanya pemberitaan tanpa konfirmasi kepada pihaknya. “Ini sangat merugikan. Kalau pembaca tidak waspada, seolah-olah, mobil dinas ini dipakai di saat lebaran, sebab tayang berita tertanggal 7 Juni. Padahal kejadiannya, Rabu, 27 Mei lalu. Memang di dalam berita ditulis waktu kejadiannya, namun ini sudah tidak aktual dan faktual. Kejadiannya pun, dalam berita ini, dikatakan supir menerobos, itu salah,” kata Asmadi, Jumat (7/6).

Diakui Asmadi, kejadian yang sebenarnya, Rabu (27/5) lalu itu, ia sedang dinas di Bukittinggi. Anggotanya Asmadi, Romi, saat itu meneruskan perjalanan untuk keperluan dinas ke Padang. Sesampainya di di SPBU Palapa Kasang, mobil mengisi minyak.

“Anggota saya ini antri seperti biasanya. Saat antri, pas giliran, taunya mesin SPBU yang di antrian rusak. Petugas SPBU pun meminta anggota saya berputar ke mesin pengisian yang satunya lagi. Karena itu, seolah-olah, mobil ini menerobos antrian di mesin yang satunya lagi, padahal tidak. Sebab, petugas yang menyuruh memutar mobil ke mesin pengisian yang baru. Begitu yang sebenarnya. Saya sangat menyayangkan berita tidak benar ini tersebar. Ditambah, penulis tidak mengkonfirmasi pada kami, dan dengan gagahnya menulis di bawah berita, saat berita diturunkan, belum dikonfirmasikan ke instansi terkait. Apa tujuannya, padahal ini sangat sensitif,” tukas Asmadi.

Asmadi berharap, kejadian ini supaya tidak terulang lagi oleh awak media yang menulis tanpa konfirmasi. Selain merugikan objek yang diberitakan, ini bisa menyesatkan pandangan masyarakat terhadap sebuah informasi. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top