JAKARTA,Prokabar – Shin Tae-yong akan meneken kontrak sebagai pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia sebelum akhir pekan ini. Rencananya, pelatih 49 tahun itu akan bertolak dari Korea Selatan ke Jakarta pada Kamis 26 Desember 2019.
Dalam pengakuan Tae-yong, ia diminta PSSI bukan hanya untuk membesut tim senior. PSSI juga meminta Tae-yong untuk menangani Timnas Indonesia U-19 dan U-23. Hal itu berarti, Fakhri Husaini (U-19) dan Indra Sjafri (U-23) yang masih berstatus sebagai pelatih hingga akhir tahun ini, otomatis terpental dari jabatannya.
Meski begitu, PSSI sepertinya sudah menyiapkan proyek baru kepada Fakhri dan Indra. Dalam pengakuan wakil ketua umum PSSI, Cucu Soemantri, ia mengaku akan menempatkan dua hingga tiga pelatih lokal untuk ditugaskan sebagai asisten Tae-yong.
Kemungkinan besar, Indra dan Fakhri akan ditugaskan menjadi asisten Tae-yong yang berperan sebagai pelatih tim senior, U-23 dan U-19. Bekerja di bawah arahan Tae-yong merupakan keistimewaan bagi Indra dan Fakhri.
Sebab, keduanya bisa mendapatkan banyak ilmu dari Tae-yong yang membawa Korea Selatan tampil di Piala Dunia 2018. Hasil paling fenomenal adalah, Shin Tae-Yong membawa Korea Selatan mengalahkan juara bertahan Jerman 2-0 dalam penyisihan Grup F, sehingga jJerman gagal lolos ke putaran kedua.
Sementara, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, angkat bicara terkait kabar dikontraknya Shin Tae-yong, sebagai pelatih baru timnas Indonesia. Ia mendukung penuh keputusan yang telah diambil PSSI tersebut.
Sebelumnya, ketua umum PSSI menyampaikan pihaknya sudah mencapai kesepakatan dengan Tae-yong. Dalam waktu dekat ini sosok asal Korea Selatan tersebut akan meneken kontrak.
Tae-yong, menyingkirkan kandidat lainnya Luis Milla. Keputusan tersebut diambil setelah induk sepakbola nasional itu menggelar rapat komite eksekutif (Exco) PSSI, beberapa waktu yang lalu.
“Seandainya PSSI menetapkan Shin Tae-yong, pemerintah akan mendukung itu. Seandainya itu pilihan mereka,” kata Zainudin.
Zainudin melanjutkan pihaknya siap memberiakan bantuan membayar gaji dan fasilitas untuk Tae-yong. Asalkan PSSI memintanya secara langsung setelah pria berusia 50 tahun tersebut diresmikan.
“Pasti pemerintah akan membantu tergantung PSSI minta apa. Kami belum tahu jangan-jangan tidak ada permintaan. Yang pasti pemerintah akan turun tangan soal fasilitas, stadion, yang bagus saat ini baru GBK [Gelora Bung Karno] saja,” ujarnya.(*/mht)
















