Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Indra Catri Pastikan Segera Beras Tersedia di Rumah Masyarakat Kurang Mampu

Dibaca : 116

Agam, Prokabar – Indra Catri menegaskan bahwa dalam kondisi saat ini yang perlu dipastikan terlebih dulu adalah tersedianya beras yang cukup di rumah-rumah sebagian besar masyarakat kurang mampu. Bergegaslah agar penyebaran dan dampak pendemik Covid-19 cepat diatasi, mana yang bisa dikerjakan terlebih dahulu tolong segerakan tanpa harus menunggu yang lainnya rampung sempurna. Pastikan masyarakat sehat dan bagi yang terpapar Covid-19 pastikan tertangani secara benar sesuai dengan protokol kesehatan. Setelah itu baru dicarikan sosusi masalah lainnya sesuai dengan urgensinya tanpa harus keluar dari koridor hukum yang berlaku.

Ketika ditanya adanya tokoh masyarakat dan pengamat yang mengatakan Agam terlulu cepat menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat, seperti biasanya Indra Catri hanya tertawa dengan gestur tubuh seakan sudah memaklumi.

Namun tiba-tiba Bupati Agam Itu balik bertanya. Apa benar ? Kalau memang benar ada yang mempertanyakan demikian tolong lah berjelas-jelas, pengamat macam apa dan tokoh masyarakat yang mana? Semua orang rasanya maklum kalau di Agam banyak varian tokoh masyarakatnya. Ada yang benar-benar tokoh, ada kategori nokoh, dan ada pula tokoh-tokohan. Ketokohannya ada dibidang agama, budaya, pemuda, sampai ke tokoh penggemar batu akiak. Begitu juga dengan pengamat. Jangan sampai “salah mintak ubek”: salah rujuk dan salah resep. Sebagai contoh, saat menghadapi ancaman Covid-19 pergilah kepada ahli kesehatan jangan pengamat sepak bola yang dimintakan pandangannya. Saat menghadapi banjir bandang sebaiknya bukan insinyur peternakan yang dimintakan pendapat. Jadi harus pandai memilah dan memilih agar kita tidak dibikin pusing. Tolong edukasi masyarat awam supaya tidak bingung dan terprovokasi menerimanya. Kalau tidak, bisa hancur imunitas sosial dan individual kita dibuatnya.

Terkait dengan pembagian sembako siapa bilang terlalu cepat dan tidak tepat sasaran. Tindakan cepat justru sangat diperlukan saat ini. Kita harus pastikan secepatnya bahwa ada cadangan beras dirumah-rumah penduduk yang bisa sewaktu-waktu mengisi perut yang terancam lapar. Kita harus segera droping beras ke rumah masyarakat kategori miskin tanpa harus terjerat masalah hukum dikemudian hari. Salah satu cara yang mungkin kita tempuh adalah dengan mengacu kepada surat edaran Gubernur Sumatera Barat 28 Maret 2020 dimana mulai hari Rabu (01/04) sudah mulai menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat. Basisnya adalah masyarakat yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Agam Tahun 2019. Kita terpaksa memakai data lama karena updating data dijadualkan akan selesai dilakukan pada bulan juli.

Indra Catri mengecek persiapan penyaluran beras.

Kita sadar bahwa akan terjadi gejolak di tengah masyarakat terutama bagi yang tidak tercatat pada DTKS namun terkena dampak ekonomi langsung dari pendemi Covid-19. Karenanya kita carikan skema lain untuk membantu mereka. Caranya dengan menyalurkan bantuan langsung berupa beras dan bahan makanan lainnya. Persoalannya data pendukung yang lengkap dan akurat belum tersedia sehingga pihak Gugus Tugas Kecamatan dan Nagari tidak dapat segera menyalurkan bantuan. Karenanya kita tunda dulu beberapa hari kedepan tanpa harus menunda bantuan terhadap masyarakat yang tercatat dalam DTKS yang sudah jelas basis datanya.

Kita sudah sosialisasikan bagi warga yang tidak masuk dalam DTKS namun terkena dampak ekonomi langsung Covid-19 kita pastikan mendapatkan bantuan dari pemerintah. Tapi bukan pada kesempatan pertama atau hari Rabu kemarin. Caranya adalah dengan melaporkan dan mendaftar diri terlebih hadulu melalui wali jorong atau wali nagari setempat. Asumsinya merekalah yang paling tahu kondisi dan alamat warganya yang terpapar dampak Covid-19 itu. Selanjutnya wali nagari akan melakukan verifikasi dan kita sudah menetapkan bahwa yang dapat menerima bantuan dimaksud antara lain adalah mereka yang kehilangan penghasilan atau menerima upah harian serta mempunyai pekerjaan harian satu jenis selain PNS/TNI/Polri/ Karyawan BUMD/BUMN serta penerima program sembako. Warga yang memenuhi kriteria selanjutnya diajukan wali nagari ke Dinas Sosial Kabupaten Agam dan seterusnya Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan beras sesuai ketentuan.

Ditambahkan oleh Indra Catri, sesuai dengan tupoksi Gugus Tugas Nagari, pihak wali nagari bersama-sama dengan jorong dan timnya diharapkan agar lebih proaktif menjaring warga mereka yang berhak mendapatkan bantuan. Ini mungkin akan memakan sedikit waktu namun bersabarlah. Pihak Nagari juga diharapkan agar lebih aktif menjaring bantuan dari banyak sumber termasuk para perantau. Kita juga sangat terbantu dan berterimakasih karna kenyataannya pada beberapa tempat mereka yang terpapar tiba-tiba kehilangan sumber pendapatan juga sudah ada yang menerima bantuan dari tetangga, pengurus masjid, para donatur, LSM, dan sanak saudara mereka.

Indra Catri saat mengecek sembako.

Jadi sekali lagi Saya himbau mari kita saling bahu membahu dalam menghadapi kondisi sulit ini. Bukan saling menghujat dan melemahkan. Para tokoh hendaknya ambil bagian secara lebih aktif lagi mencarikan solusi, sebagai penyejuk di tengah masyarat. Niniak Mamak diharapkan lebih aktif lagi mengayomi, melindungi, dan mendamping anak kamanakannya dalam menghadapi kondisi sulit saat ini. Yakinlah kalau kita disiplin kondisi ini akan segera berlalu. Jangan sampai terjadi hendaknya apa dikhawatirkan oleh nenek moyang kita: “niniak mamak basilengah, anak kamanakan basiarak jo baserak, lain padang lain bilalang, lain nagari lain penanganannya”.

Pemerintah Kabupaten Agam sebagai bagian dari Pemerintah Sumatera Barat dan NKRI akan terus berupaya agar seluruh masyarakat di Kabupaten Agam terbantu hendaknya dalam menghadapi wabah Covid-19. Buktinya sampai saat ini terus dilaksanakan penyaluran sembako hampir di seluruh nagari dengan melibatkan banyak pihak dan relawan.

Kepada pihak Jorong, wali nagari, beserta relawan dan perangkatnya kami ucapkan terimakasih dan pengahargaan yamg setinggi-tingginya. Selamat berjuang dan bekerja sambil terus melakukan sosialisasi dan pendataan, menjadi pejuang Covid-19.(rls)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top