Imunisasi Campak dan Rubella Ditargetkan Tuntas Tahun Ini di Sumbar

Penulis -

Rabu, 11 Juli 2018 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan 100 persen dari perkiraan populasi anak usia sembilan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi campak dan rubella pada 2018.

“Perkiraannya jumlah anak usia tersebut sekitar 25 persen dari jumlah penduduk atau 1,5 juta anak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday, Rabu (11/7).

Ia mengatakan itu terkait pelaksanaan imunisasi massal campak dan rubella di Sumbar pada Agustus hingga September 2018.

Agar target itu bisa tercapai, sejak awal Dinas Kesehatan bersama pihak terkait berupaya memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya imunisasi, salah satunya menggandeng organisasi wartawan, PWI.

Dukungan datang dari United Nations Children’s Fund (Unicef), dan organisasi kemasyarakatan seperti Majlis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan MUI terutama terkait polemik halal atau tidaknya bahan dasar vaksin untuk imunisasi,” kata dia.

Ia menyebutkan Ketua MUI Sumbar Gusrizar Gazahar langsung menelpon penyedia vaksin terkait bahan dasar yang diakui halal.

“Berdasarkan hal itu ketua MUI menyatakan imunisasi campak dan rubella boleh dilakukan,” katanya.

Persoalan bahan dasar vaksin yang halal penting untuk ditegaskan di Sumbar karena sebagian masyarakat yang mayoritas islam enggan menggunakan vaksin yang berbahan dasar tidak halal.

“Ini bisa menjadi kendala pelaksanaan imunisasi di Sumbar, karena itu diantisipasi sejak awal,” katanya.

Pelaksanaannya nanti petugas puskesmas harus mencari data anak usia tersebut, serta melakukan imunisasi dengan turun langsung ke sekolah baik Paud, TK ataupun SD dan SMP.

“Imunisasi ini untuk mencegah penyebab kecacatan dan kelainan pada anak, karena itu kita minta orang tua untuk berpartisipasi,” ujarnya.

Perwakilan Unicef, Ari Rukmantara menambahkan, dengan adanya imunisasi sejak dini kepada anak, penyebaran virus akan dapat dicegah lebih cepat sehingga penduduk Indonesia dapat kebal dari penyebaran virus.

“Ini adalah kampanye besar agar penyakit campak dan rubella tereliminasi pada tahun 2020,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus mengatakan sosialisasi pada awak media sangat tepat dilakukan karena bisa menjadi penyambung lidah kepada masyarakat.

Diharapkan dengan informasi memadai di media, orang tua akan sadar pentingnya imunisasi dan mendukung hal tersebut. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete
Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk
Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia
Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri
Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita
XL Axiata dan Komunitas Jurnalis Gelar Donor Darah untuk Anak-Anak Penderita Kanker
XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Kabut Asap di Kalsel
Upaya Ade Rezki Pratama Tekan Angka Stunting di Limapuluh Kota 
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 Oktober 2024 - 10:17 WIB

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete

Minggu, 11 Agustus 2024 - 21:19 WIB

Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:18 WIB

Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia

Rabu, 13 Desember 2023 - 22:50 WIB

Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri

Rabu, 29 November 2023 - 17:26 WIB

Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB