Jakarta, Prokabar – Insan pers dan perfilman tengah berduka. Setiadi Tryman, tokoh pers dan film Indonesia meninggal dunia Sabtu (15/5) pukul 19.00 WIB.
“Saya sangat kehilangan atas kepergian Setiadi Tryman. Sedih kehilangan seorang sahabat dan mentor sekaligus. Saya yakin perasaan kehilangan itu juga dirasakan kalangan pers dan perfilman Indonesia pada umumnya,” ucap Ilham Bintang.
Teringat di kenangannya, sosok Setiadi adalah guru saat Ilham menjabat redaktur Harian Sinar Harapan. “Saya mengenal beliau sebagai guru saat menjadi redaktur Sinar Harapan. Setelah media itu di breidel pemerintah, Mas Triadi diangkat menjadi Pemred Harian Suara Pembaruan,” jelasnya.
Dikenal dengan sikapnya yang egaliter, posisinya sebagai pemimpin begitu mengesankan. “Orangnya rendah hati, banyak tersenyum dengan humor-humor bernasnya. Di dunia film Setiadi sudah mencapai tingkat ketokohan yang dihormati masyarakat film. Sudah berkali kali menjadi juri FFI pada saat saya baru mulai menjadi wartawan. Namun sejak perkenalan pertama praktis setelah kami menjalin persahabatan,” kenangnya.
Karya Setiadi Tryman dalam karir sebagai wartawan dan film yang bisa dikenang berhasil menulis banyak sekenario film dan rubrik ‘Surat-Surat Nyasar’ di Sinar Harapan.
Di rubrik yang digawanginya itu semua masalah yang dibahas, serumit apapun, dia pecahkan dengan selera humor tinggi. Tak heran jika Surat-Surat Nyasar memiliki pembaca fanatik dalam jumlah besar. Di tangan Setiadi humor menjadi serius. Atau hal serius bisa encer dibuatnya dalam kemasan humor. Gayanya kritis tapi tidak menyakiti, nyeleneh, tapi mengundang senyum.
Atas permintaannya setelah pensiun, Surat-Surat Nyasar itu dilanjutkan pemuatannya di Tabloid Cek& Ricek. Sempat terbit beberapa tahun sampai Setiadi sendiri menghentikan karena tidak punya waktu banyak lagi untuk mengisinya secara rutin. Surat-Surat Nyasar di Sinar Harapan maupun di Tabloid C&R menggunakan logo karikatur wajah Setiadi Tryman.
“Kini Setiadi Tryman, sahabat yang sekaligus mentor itu telah pergi mendahului kita. Selamat jalan sahabat senior dan mentor kami. Semoga Tuhan memberimu tempat lapang, nyaman, dan indah di sisiNya,” tulis Ilham Bintang. (beb)
















