Ikan Rinuak Langka, Harga Melonjak Naik

Penulis -

Rabu, 16 Maret 2022 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar – Harga Ikan Rinuak mencapai Rp60 ribu perkilo bahkan sampai Rp80 ribu perkilo. Kondisi ini disebabkan kembali langkanya ikan endemik Danau Maninjau. Ikan yang hanya ada di Danau Maninjau menurut peneliti LIPI.

Enggli Silvia, seorang pedagang Ikan Rinuak di salah satu pasar tradisional mengatakan, kelangkaan dimulai sejak Desember 2021 lalu. Terjadinya bencana kematian massal secara mendadak ikan di Danau Maninjau.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Sejak bencana kematian massal ikan di Danau Maninjau pada Desember lalu, Ikan Rinuak hilang dan sulit ditemukan nelayan. Kelangkaan ikan endemik ini membuat harganya melonjak tinggi,” kata Enggi.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Biasanya lanjut Enggi, kondisi akan kembali normal setelah beberapa bulan setelah bencana namun sudah berjalan tiga bulan ini, belum terlihat tanda-tanda kemunculan ikan endemik itu. Di saat kondisi air danau belum juga belum memperlihatkan membaik.

“Hingga saat ini, di beberapa titik kawasan danau, kondisi air danau masih belum membaik,” ujarnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selain ikan Rinuak langka, pensi dan bada danau juga langka. “Harga pensi sejenis kerang kecil biasanya harganya Rp25 ribu, sekarang juga naik menjadi Rp60 ribu perkilo. Ikan Bada Danau yang telah diasapkan, biasanya Rp100 ribu perkilo, kini naik menjadi Rp200 ratus ribu,” (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB