Maninjau, Prokabar – Harga Ikan Rinuak mencapai Rp60 ribu perkilo bahkan sampai Rp80 ribu perkilo. Kondisi ini disebabkan kembali langkanya ikan endemik Danau Maninjau. Ikan yang hanya ada di Danau Maninjau menurut peneliti LIPI.
Enggli Silvia, seorang pedagang Ikan Rinuak di salah satu pasar tradisional mengatakan, kelangkaan dimulai sejak Desember 2021 lalu. Terjadinya bencana kematian massal secara mendadak ikan di Danau Maninjau.
“Sejak bencana kematian massal ikan di Danau Maninjau pada Desember lalu, Ikan Rinuak hilang dan sulit ditemukan nelayan. Kelangkaan ikan endemik ini membuat harganya melonjak tinggi,” kata Enggi.
Biasanya lanjut Enggi, kondisi akan kembali normal setelah beberapa bulan setelah bencana namun sudah berjalan tiga bulan ini, belum terlihat tanda-tanda kemunculan ikan endemik itu. Di saat kondisi air danau belum juga belum memperlihatkan membaik.
“Hingga saat ini, di beberapa titik kawasan danau, kondisi air danau masih belum membaik,” ujarnya.
Selain ikan Rinuak langka, pensi dan bada danau juga langka. “Harga pensi sejenis kerang kecil biasanya harganya Rp25 ribu, sekarang juga naik menjadi Rp60 ribu perkilo. Ikan Bada Danau yang telah diasapkan, biasanya Rp100 ribu perkilo, kini naik menjadi Rp200 ratus ribu,” (rud)
















