Ikan Paus Terdampar di Pinggir Pantai, Ini Kata Akademisi

Penulis -

Senin, 21 Oktober 2019 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Ketua Program Studi Sumberdaya Perairan, Pesisir dan Kelautan Pasca Sarjana Universitas Bung Hatta Padang Dr Harfiandri Damanhuri mengungkapkan fenomena ikan paus terdampar di pinggiran pantai disebabkan karena pembuangan limbah domestik dari daratan masuk ke laut terbawa oleh arus permukaan sehingga merubah pola migrasi ikan paus.

“Pembuangan sampah, terutama sampah domestik dapat meningkatkan kadar Nitrogen dan Posforus dalam air laut yang dapat menyuburkan kondisi perairan, sehingga sumber makanan ikan paus menjadi banyak,” kata dia, Senin (21/10).

Selain itu, perubahan iklim seperti perubahan arus dan pergerakan massa air laut menjadi rendah, sehingga tingkat kesuburan perairan dan kadar oksigen yang tinggi juga dapat meningkatkan ketersediaan sumber makanan bagi ikan paus.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Tingkat kesuburan perairan tersebut juga disebabkan karena pemanasan global dan pengaruh asap yang menghalangi cahaya matahari masuk ke dasar laut.

“Akibatnya densitas air menjadi lebih lambat bergerak, sehingga terjadi penumpukan sumber makanan paus di lapisan permukaan perairan laut,” ujar dia.

Seharusnya daerah tropis atau idealnya laut, mesti berputar dengan baik sehingga tidak membuat siklus air laut melambat dan menyebabkan sumber makanan paus seperti fitoplankton termasuk ubur naik ke permukaan.

“Ikan paus merupakan hewan yang bermigrasi pada beberapa musim tertentu,” sambung dia.

Selain itu, paus yang tersesat ke pantai disebabkan karena perubahan iklim, sistem navigasinya yang terganggu, atau tertinggal dari rombongannya saat memburu makanan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Selain itu, menurutnya jika dilihat dari jumlah biota paus yang terdampar, maka sudah sering terjadi sejak lama.

“Di sebuah desa di Pantai Punggasan terdapat kuburan raja ikan, ikan itu merupakan ikan paus yang juga pernah terdampar sekitar tahun 80an,” kata dia.

Bahkan di Pasaman juga pernah terdampar paus besar pada 1970 dan tulangnya disimpan di Taman Kinantan Bukittinggi.

“Seperti yang kita lihat pantai barat merupakan salah satu jalur migrasi ikan paus yang kaya akan sumber pakan, selain itu ada juga hubungannya dengan banyaknya jumlah ubur-ubur yang juga merupakan sumber pakan paus,” jelas dia.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Biasanya hiu yang sering terdampar ke pinggir pantai disebut hiu tutul atau Rhincodon Typus yaitu hiu pemakan plankton.

“Seperti jenis hiu yang terdampar di Pesisir Selatan beberapa waktu lalu yang sempat menggemparkan masyarakat pinggiran pantai Pesisir Selatan,” sambung dia.

Sebelumnya, seekor Hiu Tutul terdampar di Pantai Tan Sridano, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat Pada Sabtu (19/10), setelah sebelumnya ikan yang memiliki panjang 6,3 meter tersebut terjerat pukat tepi milik nelayan tradisional setempat.

“Ikan malang itu terjerat pukat tepi sekitar jam 06.00 WIB, dan nelayan berupaya melepaskannya dengan menyobek alat tangkap tersebut,” kata warga setempat, Indra (28) di lokasi, beberapa waktu lalu.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB