Lifestyle

IFC Helat Pegelaran Fashion dan Seni Berskala Nasional Di Sumbar

Padang, Prokabar — Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Padang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat akan menggelar Art and Fashion Culture (AFC) 2018 pada 8 Desember mendatang di Hotel Pangeran Beach, Padang.

National Board Indonesia Fashion Chamber (IFC) Formalhaut Zamel dalam saat memberikan keterangan pers mengatakan, ajang AFC 2018 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan-kegiatan fashion, mulai dari tari, musik, seni hingga film yang digelar dan dirangkum dalam kurun setahun belakangan ini. 

“Artinya AFC 2018, penggabungan seni dan fashion dalam berbudaya di ranah minang,” jelas Fomal yang juga Penasehat IFC Chapter Padang, Minggu (21/10).

Lebih lanjut dikatakannya, AFC 2018 hadir sebagai pemicu kesadaran akan pentingnya pengetahuan budaya dan menunjang dinamika budaya yang selalu berkembang. 

“Kita ingin di Sumatera Barat ini ada dua iven berskala nasional, saah satunya Minangkabau Fashion Festiva yang sebelumnya telah ada dan berhasil melahirkan desainer muda berbakat. Lalu sekarang AFC yang kita targetkan juga bisa menjadi iven kelas internasional nantinya,” ungkapnya.

Selain itu, sebagai pembuka rangkaian kegiatan ini, IFC juga akan menggelar Seminar Trend Forecasting pada tanggal 24 Oktober mendatang di Aula Dinas Pariwisata Sumatera Barat.

“Seminar ini terbuka untuk umum. Mulai dari desainer, makeup artis, desain produk hingga mahasiswa yang kecimpung di dunia fashion,” jelasnya. 

Lebih lanjut dijelaskannya, seminar ini bertujuan meningkatkan kapasitas para pelaku kreatif dalam menambah wawasan tentang trend ke depan. Sehingga mereka memiliki bekal dalam menciptakan produk sesuai dengan bidangnya. 

“Tunggu apa lagi, seminar ini menghadirkan para ahli dibidangnya mampu memprediksi  trend feysen setahun hingga dua tahun kedepannya,” tutur Fomal. 

Untuk seminar ini, Fomal mencoba merangkul para desainer, makeup artis, desain produk dan mahasiswa muda berbakat. Agar mereka mempunyai bekal pengetahuan tentang dunia Fashion. 

“Tujuannya, mampu menciptakan karya dengan konten lokal, cita rasa global. Dalam menghasilkan karya tetap menonjolkan ciri khas budaya minang, tapi sudah menglobal dan diterima dunia internasional,” jelasnya. 

Selanjutnya, puncak dari rangakaian kegiatan ini, akan ada Fashion Show IFC bertemakan ‘Singularaty’, yang berlangsung pada Sabtu 8 Desember mendatang. Melibatkan para desainer muda berbakat ranah minang ini menampilkan hasil karya rancangannya. 

Diantaranya, Fomalhaut Zamel, De’Irma, Berry Mirsha, Rela Tulisia, Ressidona, Nancy AB, Riko Keket, Avi, Gibran, Winaya, Tianda dan Eko Kardio serta Yonk Richardo. Dengan spesial makeup Andri Tanzil. 

Tema “Singularity” ini bermakna sebagai perubahan zaman. Tema ini menggambarkan kehidupan yang mengalami pergeseran teknologi dan masa depan yang belum pasti.

“Dalam tema ini terdapat unsur pertanyaan, kekhawatiran, optimisme dan harapan yang akan terjadi di masa mendatang.” terangnya.

Karya-karya desainer itu nantinya akan dibagi dalam empat klaster yang akan menjadi trend Forecaster 2019/2020 yakni Exuberant, Neo Medieval, Svarga dan Cortex.

“Kita akan menampilkan budaya lokal dalam tampilan global. Mulai dari tenun, batik minang, motif pandai sikek yang dikemas dalam tren global tersebut,” kata dia.

Sementara itu Ketua Indonesia Fashion Chambe (IFC) Chapter Padang, Berry Mirsha mengatakan pada ajang ini para desainer tersebut akan menciptakan hasil karya rancangannya yang menjadi trend setahun kedepan. 

“Para desainer dibebaskan berkreasi, namun  mereka harus menonjolkan ciri khas budaya ranah minang. Entah itu mengunakan bahan songket, sulaman hingga batik. Perpaduan dengan konten lokal, tapi karya menglobal.” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Derliati mengungkapkan pihaknya memberikan support, asalkan hasil karya para desainer tidak keluar dari pakem budaya ranah minang. 

“Ikuti perkembangan zaman, namun junjung tinggi nilai-nilai budaya orang minang. Itulah ciri khas kreativitas karya anak muda ranah minang ini,” tuturnya. (hdp)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top