Iduladha, Ini Pesan Bupati Agam kepada Masyarakat

Penulis -

Sabtu, 1 Agustus 2020 - 05:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubuk Basung, Prokabar – Di tahun ini kata Bupati Agam, Indra Catri, perayaan Idul Adha terasa sedikit berbeda. Jika pada Idul Adha tahun-tahun sebelumnya kita bebas berkumpul, bersilaturahim, dan bersalaman. Namun saat ini tidak bisa dilakukan. Kita semua dianjurkan memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Protokol kesehatan memang harus dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Bencana pandemi Covid-19 memang telah mengubah hampir seluruh tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan. Berbagai dampak telah kita alami dalam beberapa bulan terakhir. Diantaranya, berubahnya pola hubungan sosial ditengah-tengah masyarakat.
Berhentinya proses belajar mengajar secara tatap muka di semua tingkatan. Berubahnya tata cara beribadah secara berjamaah.
Terjadinya kontraksi ekonomi daerah, nasional, bahkan dunia.

Mempengaruhi kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Sehingga, setiap kegiatan harus disesuaikan dengan standar protokol kesehatan, termasuk pelaksanaan shalat hari raya Idul Adha pada hari ini.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Mudah-mudahan dengan ikhtiar kita bersama, penyebaran covid-19 di Kabupaten Agam dapat kita minimalisir. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamdi.
Hari ini adalah hari yang mulia, karena kita diberikan kesempatan melaksanakan shalat Idul Adha dan ibadah qurban. Inilah saatnya bagi kita untuk memperkecil kesenjangan sosial dengan memperluas silaturahim, berbagi daging qurban, dan memberikan empati kepada kaum dhuafa,” Harap Bupati Agam, Indra Catri.

Ibadah kurban sejatinya merupakan refleksi taqwa untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala, serta pada saat yang sama juga memberikan manfaat sosial. Dikatakan refleksi taqwa, karena sesungguhnya inti dari ibadah qurban adalah taqwa dan ikhlas. Allah Subhanahu Wata’ala tidak menerima amal kecuali yang ikhlas.
Esensi dari Idul Adha merupakan momentum untuk memperbaiki hubungan kita dengan sesama manusia dan hubungan dengan Allah SWT.

Inilah hari besar kemanusiaan dan keimanan, yang ditandai dengan syi’ar penyembelihan hewan qurban, untuk mengenang peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail ‘alaihis-salam. Qurban merupakan media ritual, sama halnya dengan zakat, infak, dan sedekah.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Sejalan dengan pelaksanaan ibadah qurban, salah satu ibadah penting yang tidak lepas dari Hari Raya Idul Adha yaitu ibadah haji. Seyogianya tahun ini umat muslim Indonesia, termasuk rombongan haji Kabupaten Agam, juga melaksanakan ibadah haji ke Baitullah,” Imbuhnya.

Namun, sesuai dengan perkembangan penyebaran Covid-19 di Tanah Suci, Pemerintah telah menetapkan pembatalan penyelenggaraan Ibadah Haji tahun ini. Kebijakan ini dilakukan pemerintah untuk menjaga keselamatan jiwa jamaah dari penularan virus Corona. Baik itu selama berada di embarkasi, debarkasi, perjalanan, maupun di Arab Saudi.

Seiring dengan pembatalan keberangkatan Jemaah Haji tersebut, pemerintah tetap memberikan jaminan kepada seluruh calon jemaah haji tahun ini, ditetapkan menjadi calon jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H /2021 M.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Tentunya qada Allah Subhanahuwata’ala ini tidak boleh serta merta menurunkan semangat spiritual kita sebagai umat Islam. Kita harus meyakini bahwa selalu ada hikmah besar yang terkandung dari setiap ketetapan yang diberikan-Nya,” lanjutnya.

Setidaknya ada dua hikmah yang dapat kita petik. Yaitu melatih kesabaran sebelum waktunya berangkat nanti. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Anfalayat 46 yang artinya: “Bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”.
Insya Allah kesabaran dalam menerima penundaan ini nantinya akan menjadi wasilah kemabruran haji kelak.

“Kepasrahan atau tawakkal kepada Allah subhanahu wata’ala. Terkait dengan hal ini Allah telah memberikan panduan, jika kita memiliki tekad bulat dalam melaksanakan sesuatu, maka kita harus pasrah diri kepada-Nya. Hal ini termaktub dalam Surah Ali Imran ayat 159 yang artinya, “Apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” Ali Imran ayat 159,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB