Trending | News | Daerah | Covid-19

Opini

Idul Adha, Momentum Demokrasi Berkualitas, Ikhlas Memberikan Hak Suara Tanpa Politik Uang

Dibaca : 173

  Oleh : H. Febby Dt Bangso

Ketua DPW PKB Sumatera Barat

 

Pertama, saya mengajak kita semua untuk menteuladani dua kisah sebagai pembelajaran dalam perayaan hari raya qurban.

Ada dua yg menjadi inti sari perayaan qurban bagi kita sebagai umat Islam yamhg bertaqwa yakni ikhlas dan taat.

Dijelaskan dalam surah al-Maidah ayat 28-31. “Ia berkata (Qabil), “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa, Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka. Dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”

Kedua, Ibrahim dan Ismail telah membuktikan keikhlasan tersebut, dan keduanya telah meraih ganjaran yang mulia. Sesaat mata pisau Ibrahim hampir menyentuh kulit Ismail, seketika itu Allah SWT mengirimkan domba sebagai ganti kurban tersebut. Ismail selamat, Ibrahim pun lulus ujian.

Ayah dan anak itu terpilih sebagai nabi-nabi yang memiliki kedudukan tinggi. Ujian keikhlasan itu pula yang Allah SWT berikan kepada umat Islam lewat Idul Adha (hari raya kurban).

Allah berfirman, Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang melimpah. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah. (QS Al Kautsar: 1-2).

Dalam ayat yang lain, Allah menyatakan, Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Tuhanmu adalah Tuhan Yang Mahaesa. Karena itu, berserah dirilah kamu kepada-Nya, dan berilah kabar gembira kepada orang yang tunduk patuh (kepada Allah). (QS Al Hajj: 34).

Mengenai keutamaan berkurban dijelaskan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim, sebagai berikut, “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai oleh Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kakinya.”

Semoga Momentum Idul Adha dan New Normal ini merubah perilaku kita juga dalam berdemokrasi , bagaimana kita menyadari pentingnya kehadiran menggunakan hak suara dan ikhlas tidak terpengaruh karena money politik agar terpilih pemimpin pemimpin yang baik tidak tersandra dengan tingginya biaya beli suara yang akhirnya menjadi cikal bakal sumber penyalahan wewenang jabatan.

Kalau saja prilaku prilaku yang kurang tepat yg sebelumnya kita lakukan untuk memilih kita rubah dengan cara yg lebih baik dan beradab, Insyaallah Pendemi Covid 19 jauh dari kita.

Saya mengajak seluruh kandidat kepala daerah agar sama sama menjaga nilai nilai kebaikan di dalam kompetisi agar negeri ini juga baik masyarakat tenang sehingga pemulihan ekonomi pasca covid 19 bisa lebih terarah dan tepat sasaran

Patarang sajo lampu awak jan dipadamkan lampu urang , masih saja ramai hujatan buya pendusta di sosmed sudahlah masih banyak buya buya yang jujur , mari kita semua kampanye sehat dan cerdas jangan lagi pakai akun bodong, bahasa sumpah serapah, makian yg membuat nilai nilai keminangkabauan itu menjadi pupus.

Ayolah dengan sumangaik baru kita Berubah untuk lebih baik , kalau kita mau kita pasti bisa.(*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top