Padang Pariaman, Prokabar – Ikatan Dokter Indonesian (IDI) Padang Pariaman berharap pemerintah setempat, dalam hal ini Dinas Kesehatan Padang Pariaman melakukan Rapid Test untuk seluruh Dokter didaerah itu.
“Rapid Test dilakukan untuk mengetahui apakah Dokter di Padang Pariaman terpapar virus Covid 19. Karena tenaga Kesehatan yang paling depan berhadapan dengan penderita atau orang yang mempunyai keluhan Covid 19,” Sebut ketua IDI Padang Pariaman dr. Efriyeni di Padang Pariaman, Minggu (19/4).
“Tenaga Kesehatan yang paling depan berhadapan dengan penderita atau orang yang mempunyai keluhan Covid 19. Dari 86 Anggota kita, lebih dari separohnya berada di Puskesmas, Klinik dan Praktek Mandiri yang lebih dulu didatangi pasien. Selama melayani masyarakat petugas tidak mengetahui apakah pasien terpapar virus atau tidak,” lanjut Efriyeni.
Apalagi saat ini ada status Orang Tanpa Gejal OTG, sehingga rapid test penting dilakukan. Ditambah lagi banyak pasien saat ini yang tidak jujur saat berobat, sehingga dikhawatirkan penularan Virus Covid 19 bisa saja terjadi.
“Minimal rapid rest itu untuk perlindungan diri, kita tahu kita sudah melayani pesien dengan sekian banyak orang, ternyata kita belum terinpeksi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman Yutriadi Rivai mengatakan bahwa pihaknya siap melakukan Rapid Tes untuk seluruh petugas Kesehatan di Padang Pariaman. Rapid Test dilakukan oleh RSUD Padang Pariaman dibantu Puskemas yg ditunjuk oleh pemerintah setempat.
“Ada 910 orang petugas Kesehatan di Padang Pariaman yang seharusnya dilakukan Rapid Test. Untuk melakukan itu, harus ada surat tertulias dari yang bersangkutan dalam hal ini IDI atau ikatan Kesehatan lainya. Begitupun rapid test akan bisa dilakukan setelah ada ahli yang mengizinkan boleh atau tidaknya seseorang itu dilakukan Rapid Test,” ungkap Yutriadi Rivai saat dihubungi lewat telpon seluler, Minggu (19/4).
Selain itu, Yutriadi juga menyebut bahwa pihaknya saat sedang mengusulkan permintaan alat Rapid Test kepada Satgas penanganan Covid 19 Padang Pariaman karena alat tersebut terbatas, muda-mudahan bisa dikabulkan pemebelian alat tersebut, sehingga seluruh petugas Kesehatan bisa dilakukan Rapid Test.(syh)
















