Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Ibadah Haji Ditiadakan, Ini Kata Kakan Kemenag Tanah Datar

Dibaca : 222

Tanah Datar, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tanah Datar sosialisasikan Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan ibadah haji kepada 263 Jemaah Calon Haji dan 16 orang cadangannya, Rabu (1/7).

Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar Syahrul menyampaikan, penundaan yang didasarkan keputusan Kemenag RI ini tanpa terkecuali bagi warga Indonesia.

“Dalam keputusan Menag Agama RI, tahun 1441 H/2020 M ini tidak ada keberangkatan warga untuk menunaikan Ibadah Haji karena Covid-19 dan karena Arab Saudi masih menutup akses jamaah haji bagi negara manapun, sehingga terbitlah keputusan ini,” sampainya.

Syahrul menambahkan, keputusan Menag RI ini tidak hanya berlaku bagi jemaah calon haji yang menggunakan kuota haji pemerintah, baik reguler dan khusus, tetapi juga visa haji mujamalah atau undangan dan visa khusus yang diterbitkan Pemerintah Arab Saudi.

“Jadi tahun ini memang ditutup untuk pelaksanaan ibadah haji, namun Insya Allah penundaan ini ada hikmah di baliknya, mari kita berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT, sehingga segala hambatan dan halangan tidak ada lagi, sehingga ibadah Haji bisa dilaksanakan tahun depan,” ujar Syahrul.

Sementara itu Kepala Bagian Kesra H. Afrizon yang mewakili Bupati Tanah Datar menyampaikan, dari pelaksanaan sosialisasi di hari kemarin dan hari ini bisa dilihat 90% merasa kecewa dan sedih karena tidak jadi berangkat di tahun 1441 H ini.

“Manusia mempunyai rencana, Allah SWT juga mempunyai rencana yang terbaik bagi hamba-Nya, jadi percayalah ada hikmah dibalik penundaan keberangkatan ini,” sampainya.

“Sengaja saya pakai kata undur, karena keberangkatan para jemaah calon haji memang diundur atau ditunda bukan dibatalkan. Insya Allah, Bapak/Ibu hanya diundur keberangkatan sampai tahun depan,” tambahnya.

“Pembatalan baru dilakukan kalau Bapak/Ibu mengambil dana yang telah disetorkan untuk biaya haji ini, sehingga kuota Bapak/ibu otomatis hilang pada kuota pemerintah,” ujarnya.

Afrizon juga berharap, jemaah calon haji yang diundur keberangkatan jangan sampai terpengaruh atas isu dan berita yang tersebar di media sosial.

“Ada isu yang menyebutkan dana ibadah haji terpakai untuk biaya pembangunan atau bayar utang. Itu semua tidak benar, percayalah dana ibadah haji yang Bapak/ibu bayar aman dan dijaga, sebagai buktinya kalau Bapak/ibu mengambil dana itu maka dana tersedia, jadi jangan risau namun tetap jaga hati dan kesehatan agar tahun depan bisa menunaikan rukun Islam kelima,” tukas Afrizon. (eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top