Painan, Prokabar – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Zein Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), jadi pusat percontohan soal managemen pengelolaan keuangan.
RSUD M. Zein Painan sukses menjadi pusat percontohan, setelah berhasil mengelola keuangan rumah sakit dan menuntaskan beban hutang Rp28 miliar dengan baik.
Direktur RSUD M. Zein Painan melalui, Kepala Bidang Keuangan dan Akuntansi, Anfebrianita mengatakan, selain jadi pusat percontohan di Sumbar, juga bagi kabupaten Muko-muko provinsi Bengkulu.
“Alhamdulillah, kemarin RSUD Sijunjung dan Muko-muko dan yang akan datang lagi yakni RSUD Penyambungan, Sumatra Utara, mereka tertarik study banding mempelajari pengelolaan keuangan RSUD M. Zein Painan,” ujar Anfebrianita, didampingi Kasi Pengelola Keuangan, Sri Aria Putri, Selasa (23/8).
Baca Juga : Target Pendapatan RSUD M Zein Painan 2022 Turun, Ini Alasannya
Sejak November 2021, manajemen RSUD M. Zein Painan menyelesaikan hutang dengan pihak ketiga Rp28 miliar. Angka tersebut tercatat sejak 2016 silam.
” Ya hutang sebanyak itu Alhamdulillah sudah lunas,” ungkapnya.
Selain persoalan pihak ketiga, juga terkait sekelumit persoalan keuangan manajemen rumah sakit.
Hutang tersebut tuntas diselesaikan, setelah manajemen menerapkan pola yang baru.
“Setelah itu awal Januari 2022, pihak ketiga-pun mengapresiasi kami dengan selesainya utang ini,” terangnya.
“Untuk kebutuhan obat, kami selalu tegas untuk secepatnya. Karena ini adalah kunci bagi rumah sakit,” sambungnya.
Lanjutnya, saat ini untuk sejumlah rumah sakit umum daerah yang telah melakukan study tiru atau belajar itu, tidak hanya dari dalam Sumbar.
Rumah sakit daerah luar Sumbar, juga tertarik mempelajari cara mengelola keuangan RSUD M. Zein Painan, terutama dalam penyelesaian piutang.
“Juli 2022 lalu, RSUD Sijunjung. Setelah itu RSUD Mukomuko di Agustus kemarin, dan nanti akan ada lagi yang datang,” ulasnya.
Ia berharap, dengan adanya pengelolaan keuangan yang baru ini bisa mengangkat nama RSUD M. Zein Painan.
Apalagi soal kebutuhan pelayanan rumah sakit, baik kebutuhan obat-obatan maupun untuk kebutuhan tenaga rumah sakit.
“Kita berharap ini bisa terus terkelola dengan baik dan menjadi kebanggaan masyarakat Pessel,” tuturnya. (min)
















