Padang, Prokabar — Keberadaan asuransi sangat membantu ketika ada hal-hal yang tidak terduga. Salah satu jenis asuransi yang paling banyak dibutuhkan adalah asuransi kesehatan.
Pemerintah turut berusaha memfasilitasi masyarakat terkait dengan asuransi kesehatan diantaranya melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Meskipun sistemnya yang dianggap tidak sepraktis asuransi konvensional, tetapi BPJS Kesehatan merupakan sebuah alternatif asuransi kesehatan yang cukup banyak diminati oleh masyarakat.
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang Almasrul, kepala Dinas Kesehatan Kota Padang (DKK) Feri Mulyani, mendorong masyarakat Sumatera Barat ikut asuransi kesehatan.
“Sekiranya tidak ada asuransi ketika sakit apalagi membutuhkan biaya pengobatan yang sangat banyak. Makanya melalui asuransi atau BPJS tentu meringankan beban masyarakat itu sendiri. Jangan di tunggu sakit baru datang ke BPJS. Kalau bisa sebelum sakit hendaknya sudah ada BPJS” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) ke 51 di Kantor Cabang Khatib Sulaiman Padang Minggu (21/7)
Lebih lanjut ia mengatakan, bagi masyarakat yang tidak mampu namun diharuskan ikut BPJS, pemerintah memberikan solusi menjadi peserta penerima bantuan iuran.
“Bagi masyarakat yang sudah punya kartu BPJS tentu harus rutin membayar iuran perbulannya. Jangan sampai menunggak bagaimanapun sipatnya BPJS itu gontoroyong. BPJS membantu masyarakat dari masyarakat untuk masyarakat. sekiranya tidak dibantu tentu tidak terbantu pula program BPJS tersebut,” papar Irwan Prayitno.
Khusus bagi masyarakat yang mendaftar ke BPJS secara mandiri maka diwajibkan membayar iyuran setiap bulan sesuai dengan kelas yang dipilih. BPJS kesehatan menawarkan 3 pilihan. setiap kelas memiliki jumlah iyuran berbeda”. tegasnya. (rel/hdp)
















