Daerah

Hunian Tetap untuk Korban Gempa Sulteng Masuki Tahap Desain Kawasan

Palu, Prokabar — Rencana pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat yang terkena dampak gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah memasuki desain kawasan.

Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulawesi Tengah Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan, pembangunan Huntap pada tahap awal dilakukan sebanyak 21 ribu unit. Menggunakan teknologi rumah tahan gempa yakni Risha dengan biaya pembangunan Rp50 juta per unit.

“Perhitungan kontraktor biaya yang dibutuhkan Rp 60 juta per unit. Kami masih melakukan exercise penghematan agar harganya bisa tetap Rp 50 juta/unit. Semua huntap yang akan dibangun memenuhi standar bangunan tahan gempa,” kata Arie melalui siaran pers, Rabu (10/4).

Pada tahapan desain, lanjut dia, sudah mengakomodir prasarana dan sarana umum juga disiapkan seperti akses jalan, listrik dan air. Dalam desain tersebut juga mengakomodir area yang diperuntukan bagi donatur yang ingin membantu pembangunan huntap. Rumah contoh Risha juga sudah dibangun di lokasi rencana relokasi.

Para penghuni huntara akan mendapatkan satu unit huntap dengan luas tanah 150 meter persegi (m2) dengan bangunan tipe 36.

Disisi lain, pembangunan Huntap juga diperuntukkan bagi warga Sulteng yang tempat ditinggalnya dilalui oleh sumber gempa Sesar Palukoro. Tujuannya, menjaga keselamatan warga yang mempunyai rumah tinggal di patahan yang menjadi sumber gempa tersebut.

“Huntap bukan merupakan ganti rugi namun bantuan dari Pemerintah. Konsepnya adalah rumah tumbuh,” katanya.

Diketahui, Gubernur Sulteng telah menandatangani Surat Keputusan mengenai penetapan lokasinya yakni di Kota Palu seluas 360,93 hektar, meliputi di Kelurahan Talise seluas 481,63 hektar, Kelurahan Duyu seluas 41,65 hektar, dan Kelurahan Pombewe seluas 362 hektar. (*/hdp)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top