Pasaman, Prokabar — Hujan deras mengguyur Pasaman seharian. Sedari pagi hingga malam. Tidak deras, namun turunnya hujan membuat harapan masyarakat lega dan bersyukur.
“Hujan la terus ya Allah, biar berkurang kabut asap ini,” pinta Mak Nal, salah seorang masyarakat Lubuk Sikaping.
Tidak saja untuk mengurangi kabut asap, hujan deras juga diminta-minta oleh para penambang pasir dan batu kerikil sungai. Sebab, sudah sepekan lebih, kelangkaan pasir terjadi. Sementara, di Pasaman beberapa proyek pembangunan pemerintah sedang berjalan, dan membutuhkan material dari sungai tersebut.
“Iya, susah sekali pasir saat ini. Hujan tidak turun-turun, kalau turun, pasir di hulu sampai ke sungai yang di bawah, roda perekonomianpun berputar, kami penambang terbantu, supir truck hingga pemborong bangunan,” lanjut Mak Karak, salah satu supir truck pengangkut orderan pasir.
Di sisi lain, pantauan Prokabar.com, di Pasaman kabut asap masih mengkhawatirkan namun tidak setebal seperti hari sebelumnya. Bahkan aktifitas murid sekolah kembali berjalan yang sebelumnya libur sejak Senin kemarin.
Tidak itu saja, penjual masker juga menjamur. Jadi sumber rezki pula dampak kabut asap ini bagi sebagian masyarakat. (Ola)
















