Agam, Prokabar — Curah hujan cukup tinggi kembali memicu bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Agam, Kamis malam (19/12). Kejadian berlangsung Hingham Jumat dini hari (20/12).
Kejadian pertama berlangsung di Kecamatan Tanjung Raya. Repaints di Jorong Sungai Ranggeh, Nagari Bayua. Banjir membawa material lumpur sehingga masuk keperumahan guru SDN 04 Sungai Rangeh. sebanyak 4 unit dengan ketinggian lebih kurang 1,5 Meter.
“Terdapat 4 unit rumah, 5 Kepala Keluarga dan 17 jiwa yang harus diungsikan ke lokasi lebih aman. Tiga unit rumah mengalami rusak berat, satu unit rusak ringan, lasagna volly rusak berat, TK rusak ringan dan roda dua juga sempat dilanda banjir,” ungkap Camat Tanjung Raya, Handria Asmi didampingi TKSK Tanjung Raya, Miswardi, Jumat dini hari (20/12).
Adapun data korban terkena banjir tersebut Rizal Tanjung (42), jumlah KK 5 orang. Nora (30), jumlah KK 3 orang. Win (54) jumlah KK 5 orang, Pit (30) jumlah KK 2 orang pasutri. Dan Eripa dengan jumlah KK 2 orang.
“Selain lumpur merendam rumah warga, juga merusak lapangan volly sedalam 3 meter, menutupi akses jalan sepanjang 50 Meter Dengan ketinggian lebih kurang 50 cm-1,5 meter, lumpur masuk ke dalam TK Kembang Melati. Dan material banjir dan lumpur masuk ke dalam Mushala setinggi 120 cm.
Di Kecamatan Ampek Koto, Nagari Balingka menutup sebagian badan Japan di 4 titik. Di Nagari Sungai Landia, menutupi akses jalan sebanyak 2 titik sehingga mengakibatkan jalan tidak bisa dilewati kendaraan.
Di Nagari Sianok VI Suku, longsor menutupi akses jalan sebanyak 3 titik sehingga jalan tidak bisa dilewati kendaraan. Bibir jalan amblas dan 1 unit rumah warga digenangi banjir setinggi 50 cm.
Di Nagari Koto Panjang, longsor menutupi akses jalan sebanyak 4 titik dan jalan tidak bisa dilewati kendaraan.
Di Kecamatan Baso, longsor menutupi akses jalan provinsi di Kelok Manih, Nagari Koto Tinggi sepanjang 12 Meter dengan ketinggian lebih kurang 3 Meter. Sehingga mengakibatkan jalan tidak bisa dilewati kendaraan.
Sementara di Kecamatan Palupuh, pohon tumbang dan menutupi akses jalan di jalan Bukittinggi Medan km 11, Jorong Batang Palupuh sehingga jalan sempat tidak bisa dilalui. Karena warga cepat tanggap, akses jalan ini sudah bisa dilation kendaraan.
“Kami dari Satgas BPBD Kabupaten Agam, dipimpin Kabid KL Syafrizal, didampingi Kasi Kedaruratan, Doni Arnas, bersama Satpol PP dan Damkar Kabupaten Agam telah bergerak cepat menanggapi bencana banjir dan longsor. Berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan nagari setempat. Sejumlah KSB dan TKSK serta relawan lainnya turut membantu. Sehingga proses pembersihan dapat cepat dilakukan. Pembersihan dengan alat berat juga dilakukan sesuai kebutuhan. Hal ini berkat koordinasi dengan PUTR Kabupaten Agam dan Provinsi Sumatra Barat,” pungkasnya. (rud)
















