Pessel, Prokabar – Kota Painan, Kabupeten Pesisir Selatan (Pessel), dikepung banjir akibat hujan yang mengguyur cukup deras, Sabtu (6/1/) siang.
Akibatnya, saluran drainase meluap hampir di sepanjang jalan karena tidak mampu menampung debit air yang begitu besar dan secara tiba-tiba.
Sehingga masyarakat Kota Painan mengeluhkan buruknya sistem drainase. Sebab, sejumlah titik di kawasan padat penduduk sangat rentan banjir.
Salah seorang warga setempat, Edi (42) mengatakan, lokasi yang berada di belakang Kantor Bupati itu selalu banjir.
Persoalannya drainase yang ada tidak bekerja secara maksimal. Akibatnya, jika terjadi hujan, dapat dipastikan rumah warga tergenang air.
“Bahkan, sejak dibangun puluhan tahun lalu, tidak pernah diperbaiki pemerintah daerah,” ujarnya.
Seperti diketahui, sejak siang hingga sore intensitas hujan di Kota Painan terlihat cukup deras.
Akibatnya, di sejumlah ruas jalan dan pemukiman masyarakat terjadi banjir. Selain drainase yang tidak berfungsi, lanjutnya, juga dikarenakan banyaknya bangunan yang menutupi saluran air.
Selaras dikatakan Icol (39) merupakan warga Jalan Pagaruyung, kawasan tersebut telah menjadi langganan banjir.
Kondisi itu, menurutnya, sangat meresahkan warga sekitar. Apalagi, jika banjir terjadi pada malam hari, sehingga mengganggu waktu istirahat warga.
“Ini tentunya harus menjadi perhatian serius dari seluruh pengampu kebijakan di daerah ini. Masa iya drainase di pusat kota tidak berfungsi,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Pessel, Era Sukma Munaf mengatakan, untuk perbaikan drainase kota pada tahun ini pihaknya memastikan tidak ada
perbaikan. Namun, rencana Pemkab Pessel perbaikan drainase kota akan direncanakan pada 2020.
“Tahun ini belum ada kegiatannya. Mungkin tahun anggaran 2020 ada,” ujar Era Sukma kepada wartawan baru-baru ini.
Ia menjelaskan, genangan banjir yang terjadi di Kota Painan belakang ini, akibat daya tampung dan daya dukung drainase Kota Painan yang sudah tidak memadai lagi, seiring kian padatnya rumah penduduk.
“Untuk tahun 2020 DEDnya sudah ada, namun belum untuk semua titik. Setidaknya, seperti jalan Kamang,” jelasnya.
Lanjutnya, dalam rencana DED tersebut, pihaknya juga bakal merubah konstruksi bangunan drainase, sehingga tidak mengganggu badan jalan.
“Nanti mungkin akan menggunakan beton siap jadi seperti di taman kota. Kamang belum masuk, karena masalah dimensi,” jelas Era.
Namun, sejauh itu pihaknya mengaku belum bisa memastikan besaran anggaran untuk perbaiki drainase tersebut. Sebab, anggaran untuk drainase tersebut ditaksir akan menelan biaya besar.
“Kita liat nanti. Kalau kami di Dinas PUPR maunya anggaran besar,” tutupnya.(min)

















