Pessel, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), melalui Dinas Sosial (Dinsos), bakal mengupayakan di setiap nagari, di Kecamatan Lengayang memiliki satu Kampung Siaga Bencana (KSB).
KSB ini dibangun untuk menangani persoalan banjir yang berulangkali terjadi di daerah itu.
Kepala Dinas Sosial Pessel, Emirda Ziswanti mengatakan, untuk mengupayakan hadirnya KSB di daerah itu pihaknya tengah mempersiapkan proposal ke Pemprov Sumbar.
“Kita ajukan dulu ke provinsi, untuk menjadikan salah satu nagari di Lengayang menjadi KSB. Mudah-mudahan tahun 2019 nanti disetejui,” ujarnya kepada Prokabar.com Selasa (4/12) di Painan.
Ia menjelaskan, secara kebutuhan, Pemkab Pessel sangat membutuhkan KSB dalam menangani bencana. Hanya saja harus melalui proses terlebih dahulu.
“Untuk Pessel, jika satu nagari di Lengayang dikabulkan, maka akan ada empat KSB di Pessel dan jumlah ini merupakan yang terbanyak di Sumbar. Karena pembentukan ada kategori yang harus memungkinkan untuk menjadikan satu nagari jadi KSB,” jelasnya.
Mengingat beberapa nagari di Lengayang rawan terhadap banjir, maka hal itu perlu dilakukan. Sebab, daerah ini memiliki wilayah yang dekat dengan sungai dan memiliki kerawanan terhadap banjir.
“Jadi di sini ada pelatihan warga, ada penyelematan mandiri. Kemudian juga ada lumbung sosial yang di dalamnya ada beras dan peralatan penyelematan juga,” ujarnya lagi.
Baru-baru ini ada enam nagari di Kecamatan Lengayang terdampak banjir. Banjir yang terjadi di Lengayang merupakan daerah yang paling terluas semenjak delapan tahun silam, tutupnya.(min)
















