HM Nurnas: Lemahnya Koordinasi Membuat Masyarakat Bingung

Penulis -

Selasa, 28 April 2020 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Lemah nya koordinasi antara kabupaten/kota dengan Provinsi Sumatera Barat, mengenai akurasi data penerima bantuan dampak covid-19, membuat masyarakat bingung.

Hal tersebut disampaikan sekretaris Fraksi Demokrat yang juga sekretaris komisi 1 DPRD Sumbar, HM. Nurnas, di gedung parlemen, Selasa (28/4).

Selain lemahnya koordinasi, ini menunjukkan pemprov Sumbar sepertinya tidak punya taring dan kuku, untuk menekan percepatan data pada kabupaten dan kota, sehingga tidak ada batas waktu yang jelas kapan data harus sudah valid.

Bukan hanya itu, keterlambatan pemberian bantuan untuk 119.970 KK, dengan besar bantuan Rp 600.000/bulan, menunjukkan Provinsi tidak memiliki data best lengkap tentang kependudukan, dengan berbagai bagian, seperti data PKH data DTKS dan lainnya.

Baca Juga :  SMKN 1 Lubuk Sikaping Buncah Teriak Kemalingan Ternyata Ada Utang Sekolah Belum Terbayarkan

Sampai saat ini, baru 3 kota dan 1 kabupaten yang datanya sudah lengkap diserahkan ke Provinsi yakni, kota Pariaman 2.142 KK, kota Sawahlunto 665 KK, kota Padang Panjang 705 KK dan kabupaten Agam 10.857 KK, sementara 15 kabupaten/kota lainnya masih dalam pendataan.

“Semestinya, sebelum PSBB diberlakukan pada 23 April, data dari kabupaten dan kota sudah ada, sehingga masyarakat mendapatkan kepastian ketika diminta untuk melakukan pembatasan aktifitas,” tegas Nurnas.

Ditambahakannya, sebagai anggota DPRD Sumbar, ketika turun ketengah-tengah masyarakat, Nurnas dan teman-temannya yang lain selalu ditanya masyarakat, kapan mereka bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah, dalam penaganan dampak covid-19.

“Saya menilai, sepertinya pemprov sudah mulai lepas tangan, dengan alasan data belum masuk dari kabupaten dan kota, itu bukan alasan, karena kewenangan provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat bisa memberi penekanan dan batas waktu pada kabupaten/kota, sehingga rakyat tidak menjerit menunggu seperti ini,” tegas Nurnas lagi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Sukses Layani 40 Ribu Lebih Penumpang Selama Masa Angkutan Libur Panjang Idul Adha 1447 H

Dari awal sebelum PSBB diberlakukan dan bantuan dampak covid-19 akan diberikan, Nurnas sudah mengatakan jangan jadikan hal ini untuk kepentingan politik, kasihan rakyat yang sangat berharap akan bantuan tersebut. Libatkan semua unsur minta pendampingan dari Kejaksaaan agar tidak salah.

“Tolong fikirkan perut rakyat, jangan berkutat pada sesuatu yang sepele, sehinga semua saling menyalahkan, rakyat tambah marasai juga,” tambahnya lagi.

Sampai saat ini, DPRD Sumbar juga tidak mendapat pemberitahuan dari Gubernur, kemana saja anggaran atau dana penanganan covid-19 dipergunakan, padahal lembaga ini salah satu tugasnya adalah pengawasan.

Baca Juga :  Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, PT Semen Padang Tegaskan Pancasila sebagai Fondasi Persatuan Bangsa dan Perdamaian Dunia

“Kita minta, Gubernur tidak lagi cuci tangan dalam keterlambatan pemberian bantuan ini, jangan juga disampaikan uang sudah ada tinggal data dari kabupaten/kota yang belum, jika data diberikan uang segera ditransfer ini sepertinya mencari cari kesalahan karena sejak awal, sebelum PSBB diberlakukan mestinya data sudah ada, jadi rakyat tidak terlalu lama menunggu, mereka dilarang keluar tapi dibengkalaikan, kasihan mereka,” ujar Nurnas gusar.

Ketidak siapan Pemprov, akan menambah panjang penderitaan rakyat, tugas pemimpin itu bisa membuat nyaman yang dipimpinnya, bukan membuat masyarakatnya menderita, jadi pemimpin itu bukan untuk kebanggaan tapi pengabdian, tegasnya mengakhiri.(rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMKN 1 Lubuk Sikaping Buncah Teriak Kemalingan Ternyata Ada Utang Sekolah Belum Terbayarkan
KAI Divre II Sumbar Sukses Layani 40 Ribu Lebih Penumpang Selama Masa Angkutan Libur Panjang Idul Adha 1447 H
Ketukan Palu Keadilan untuk Tiga Nyawa: Satria Juhanda, Pembunuh Berantai di Padang Pariaman Resmi Divonis Mati
Dua Orang Diduga Tertembak Peluru Nyasar di Area Kampus UNP Padang
SPMB SD dan SMP Padang 2026/2027 Dibuka 22 Juni, Ini Jalur dan Cara Daftarnya
Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, PT Semen Padang Tegaskan Pancasila sebagai Fondasi Persatuan Bangsa dan Perdamaian Dunia
Musim Kemarau Melanda PDAM Tirta Saiyo Pasaman Lakukan Distribusi Air Bergilir
Wakil Wali Kota Maigus Nasir Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Padang: Persatuan di Tengah Keberagaman
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:00 WIB

SMKN 1 Lubuk Sikaping Buncah Teriak Kemalingan Ternyata Ada Utang Sekolah Belum Terbayarkan

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:01 WIB

KAI Divre II Sumbar Sukses Layani 40 Ribu Lebih Penumpang Selama Masa Angkutan Libur Panjang Idul Adha 1447 H

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:50 WIB

Ketukan Palu Keadilan untuk Tiga Nyawa: Satria Juhanda, Pembunuh Berantai di Padang Pariaman Resmi Divonis Mati

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:18 WIB

Dua Orang Diduga Tertembak Peluru Nyasar di Area Kampus UNP Padang

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:11 WIB

SPMB SD dan SMP Padang 2026/2027 Dibuka 22 Juni, Ini Jalur dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru