Hingga Oktober, Baznas Riau Himpun Dana Nyaris 4 Miliar

Penulis -

Jumat, 2 November 2018 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, Prokabar — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau untuk saat ini sudah mulai mendapat hati dari para Muzakki (wajib zakat) dalam menyalurkan zakatnya pada Mustahiq (penerima zakat), ditandai dengan terus bertambahnya dana atau uang yang terhimpun tiap tahunnya.

Wakil Ketua I Baznas Riau yang membidangi masalah pengelolaan pengumpulan zakat, Azwar Aziz mengakui, per bulan Oktober 2018 saja sudah terhimpun dana zakat Rp 3,9 miliar lebih.  Jauh dari apa yang sudah didapat pada tahun 2017 lalu yang hanya Rp 2,3 miliar lebih.

“Alhamdulillah, saat ini sampai Oktober 2018 sudah jauh melampaui apa yang sudah didapat dari tahun 2017.  Tahun lalu hanya Rp 2,3 miliar sedangkan untuk saat ini sudah didapat Rp 3,9 miliar, padahal masih ada dua bulan lagi hingga tutup tahun.  Dipastikan akan bertambah lagi dana yang terhimpun,” katanya.

Disampaikan juga, dari jumlah dana zakat yang sudah terhimpun tersebut sudah pula dilakukan penyaluran atau pendistribusian pada Mustahiq dengan jumlah Rp 2,22 miliar atau daya serap mencapai 96,1%.  “Baznas jadi pilihan dikarenakan Legalitas Jekas, Penyebaran Luas, Terintegrasi Nasional, Akuntable, Program Berkelanjutan dan Menghindari Riya,” sebutnya juga.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ada 5 program di Baznas Riau menurut Azwar Aziz, pertama Riau Cerdas yaitu upaya meningkatkan kecerdasan masyarskat dan kualitas pendidikan.  Kedua Riau Dakwah yaitu membangun dan memperkuat keimanan serta ketakwaan masyarakat.  Ketiga Riau Sehat yaitu layanan kesehatan bagi kaum dhuafa dan masakin.

Kemudian keempat Riau Tanggab Darurat (peduli) yaitu upaya menangulangi berbagai musibah yang terjadi.  Kelima Riau Makmur yaitu upaya kemandirian Mustahiq sehingga bisa jadi Muzakki dengan pembinaan wira usaha, pemberisn modal usaha dan lainnya.

Disampaikan juga oleh Ketua Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FK-KBIHI) Provinsi Riau ini, potensi zakat yang sangat besar itu sebetulnya ada di zakat para ASN dengan jumlah sekitar 13.000 orang.  Tapi bekum optimal penyaluran yang dilakukan.  Potensi mencapai Rp 2 miliar per bulan atau sekitar Rp25 miliar per tahun.

Namun yang didapat untuk saat ini jauh dari apa yang diharapkan hanya sekitar Rp 500 juta per tahun.  Kita berharap untuk ke depannya ada hidayah, ada keberpihakan dari pimpinan ASN yang mengharuskan penyaluran zakat ASN ini lewat Baznas Riau.  Sebaiknya zakat mereka dipotong langsung dari gaji yang diterima tiap bulannya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sementara itu saat disinggung mengenai besaran potensi zakat Riau secara keseluruhan, doktor ini kembali menyebutkan, potensi bisa mencapai Rp 1,8 triliun per tahun.  Tapi kenyataannya paling tinggi selama ini yang bisa dihimpun hsnya sekitar Rp80 miliar paling tinggi.

“Inilah tugas kita dalam mengejar potensi yang ada.  Berharap pengusaha-pengusaha secara individu yang ada di Provinsi Riau untuk salurkan zakatnya ke Baznas,” katanya lagi.

Berdasar data monitoring yang dilakukan  oleh Baznas Provinsi Riau pada untuk tahun 2018, periode 1/1/2018 – 8/10/2018 Kabupaten Siak pengumpul zakat terbanyak mencapai Rp 8,8 miliar lebih, kemudian Kabupaten Kampar Rp6,2 miliar lebih, Kabupaten Kuantan Singingi Rp 4,5 miliar lebih, Kota Dumai Rp3,9 miliar lebih, Provinsi Riau Rp3,8 miliar lebih.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Selanjutnya Kota Pekanbaru Rp3,7 miliar lebih, Kabupaten Pelalawan Rp3,5 miliar lebih, Kabupaten Indragiri Hilir Rp3,4 miliar lebih, Kabupaten Rokan Hulu Rp2,1 miliar lebih, Kabupaten Indragiri Hulu Rp1,5 miliar lebih, Kabupaten Bengkalis Rp1,2 miliar lebih, Kabupaten Kepulauan Meranti Rp792 juta lebih dan Kabupaten Rokan Hilir Rp538 juta lebih.

Untuk monitoring periode 1/1/2017 – 31/12/2017 tetap Kabupaten Siak merupakan daerah tertinggi jumlah penghimpunan zakat yang dilakukan yaitu dengan jumlah Rp10,3 miliar lebih, Kabupaten Kampar Rp7,8 miliar lebih, Kabupaten Kuantan Singingi Rp6,5 miliar lebih, kemudian Kota Pekanbaru Rp5,2 miliar lebih.

Selanjutnya Kabupaten Indragiri Hilir Rp4 miliar lebih, Kabupaten Rokan Hulu Rp3,9 miliar lebih, Kota Dumai Rp3,8 miliar lebih, Provinsi Riau Rp2,3 miliar lebih, Kabupaten Pelalawan Rp2,2 miliar lebih, Kabupaten Indragiri Hulu Rp1,4 miliar lebih, Kepulauan Meranti Rp1 miliar lebih, Kabupaten Bengkalis Rp823 juta lebih dan tetakhir Kabupaten Rokan Hilir Rp317 juta lebih.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB