Agam, Prokabar — Masyarakat Banja Limau Puruik, Balai Kami, Kampuang Tanjuang dan Lurah, Jorong Palembayan Tengah, Kecamatan Palembayan mendapat teror dari makluk misterius. Hal itu berawal laporan Babinkamtipmas setempat, Aiptu Damir.
“Kemunculan hewan yang belum ada selama ini membuat masyarakat tidak berani keluar malam. Karena takut berjumpa dengan hewan yang belum diketahui wujudnya. Setelah dicari informasi, belum ada hewan ternak yang dimangsa, namun merusak menginjak tanaman Jahe, Padi dan merusak Pematang sawah,” ungkap Aiptu Damir.
Berdasarkan keterangan saksi, Syafri Efendi Sutan Bandaro, sejumlah tanaman jahe telah rusak terinjak hewan misterius tersebut. Saksi Darwis Sutan Batuah juga terkejut sewaktu hendak pulang kerumah pada hari Rabu, 19/5), pukul 22.30 WIB. Berjumpa hewan misterius itu dijalan namun tidak sempat melihat bentuknya dengan jelas karena tidak membawa senter.
Darwis mendengar suara daun dan kayu berisik, dan sempat lari menghindar. Saksi juga sempat mencium bau busuk yang belum dikenalnya.
Sementara itu, Adlin Sutan Pamuncak memberikan Informasi, tanaman padinya di sawah terbenam ke lumpur serta pematang sawah banyak yang rusak.
Berdasarkan Identifikasi lapangan, BKSDA Resor Agam dalam melakukan tindaklanjut laporan masyarakat terhadap dugaan kemunculan satwa liar di Jorong Palembayan Tangah, Nagari IV Koto Pelembayan, Kecamatan Palembayan, pada Kamis (27/05) tersebut.
Dari keterangan masyarakat setempat kemunculan dan jejak ditemukan pertama kali pada Rabu, 19 Mei 2021 lalu. Jejak terakhir ditemukan pada Minggu, 23 Mei 2021.
Salah seorang warga menyebutkan ciri-ciri satwa yang terlihat berwarna hitam, berukuran lebih kurang 2 meter, berbau busuk seperti bau bangkai. Beberapa warga setempat juga mengkaitkan kejadian itu dengan beberapa mitos.
“Berdasarkan hasil wawancara saksi mata, dan hasil identifikasi lapangan maka dipastikan satwa itu jenis Beruang Madu atau helarctos malayanus. Hal ini disimpulkan berdasarkan pengamatan terhadap tanda-tanda keberadaan satwa berupa jejak, cakaran dan tanda lainnya,” ungkap Ade Putra, Kepala Resor BKSDA Agam.
Untuk itu lanjutnya, kepada warga dihimbau agar berhati-hati dan waspada serta tidak beraktivitas sendirian di ladang. “Tetap waspada dan berhati-hati. Dan segera laporkan kejadian kepada petugas, bila menemukan tanda-tanda kemunculan satwa beruang itu,” tutup Ade. (rud)
















