Hendrajoni Tegaskan Tidak Ada Pekerja Illegal Asal China di Pessel

Penulis -

Sabtu, 2 Maret 2019 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni menegaskan tidak ada pekerja illegal asal China di Nagari Pelangai, Ranah Pesisir.

Tenaga kerja dari negeri Tirai Bambu itu merupakan tenaga ahli pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

“Jumlahnya hanya 17 orang. Punya izin semua. Soal isu tambang di sana, tidak benar itu,” tegasnya pada wartawan di Painan, Sabtu (2/3).

Seperti diketahui, PT Dempo Sumber Energi membangun pembangkit listrik dengan kapasitas lebih dari 13 MW di Pelangai Gadang.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Pada proyek tersebut, perusahaan multi usaha itu membenamkan investasinya senilai Rp360 miliar. Dalam izin prinsip, target pembangunan selama tiga tahun.

Sebagai bentuk keseriusannya, lanjut bupati, Dempo Sumber Energi telah memiliki kontrak jual beli listrik (PPA) dengan Perusahaan Listrik Negara PLN.

Bahkan, perseroan pun telah melakukan peletakkan batu pertama dimulainya tahapan konstruksi pembangkit.” Jadi, isu itu tidak berdasar dan tidak sesuai fakta,” ujarnya.

Isu tenaga kerja asing tanpa izin sangat merugikan daerah. Apalagi ditambah dengan berita tentang dua pekerja asal Tiongkok tersebut meninggal di lokasi proyek.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Sementara, ulasnya, mencari investor yang serius seperti PT Dempo Sumber Energi sangat susah. Karena itu, dirinya bertekad akan turun ke Pelangai guna memastikannya.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sirdin Masrul menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kanwil Imigrasi di Padang.

Dari hasil koordinasi, 17 orang tenaga ahli proyek PLTMH Pelngai itu memiliki izin dan telah terdaftar. “Kami pun telah turun langsung ke sana,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Sementar, Maneger Lapangan Dempo, Rudi Wijaya membantah perusahaan melakukan penambangan. Kegiatan yang dilakukan sesuai izin investasi, pembangkit listrik.

Semua prosedur yang ada. Hubungan dengan masyarakat sekitar juga baik. Saat ini, progres pengerjaan proyek baru dua persen.

“Jadi, kami merasa dirugikan dengan pemberitaan itu. Mereka terdaftar dan ttelah direkomendir Disnaker Pesisir Selatan,” tutupnya seperti dirilis salah satu media online di Sumbar, tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB