Hendak “serbu” Ponpes, Polisi Negosiasi Dengan Warga Koto Laweh

Penulis -

Senin, 18 Februari 2019 - 22:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Panjang, Prokabar — Puluhan warga koto laweh, X Koto Tanah Datar yang hendak mendatangi pondok pesantren Nurul Ikhlas, Senin (18/02), berhasil diredam oleh jajaran Polres Padang Panjang dan polsek X koto.  

Sebelumnya warga berniat menyambangi pondok pesantren tersebut setelah mendapat kabar meninggalnya Robi Alhakim, korban pengeroyokan 17 santri ponpes Nurul Ikhlas beberapa waktu lalu. 

Menurut warga, kedatangan mereka  ke ponpes hendak meminta kejelasan dan  pertanggungjawaban atas kematian anak kemenakan mereka. 

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Dihadapan warga, Rita suryanti, Kapolsek X Koto mengatakan jika kepolisian pasti akan menindaknlanjuti kasus ini. Kepolisian juga akan transparan dan tidak akan menutup nutupi kasus tersebut.

” Mari kita bersama sama dlu menunggu anak kita. Percayalah kepada kami, pihak kepolisian akan  memproses kasus ini,” ujarnya

Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menimbulkan masalah baru dengan mendatangi pondok pesantren. Alangkah baiknya, masyarakat menyelesaikan proses pemakaman Robi terlebih dahulu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Saya khawatirkan nanti tidak terkontrol emosinya. Ada orang menumpang kasus ini, maka akan timbul masalah baru. Saya tidak ingin itu terjadi,” tambahnya.

Dihadapan masyarakat, Kapolsek berkali kali meyakinkan masyarakat akan kelanjutan proses hukum terkait kasus ini. 

“Anak nagari bersabar dulu. Kawal proses hukum, kawal. Kasus ini telah menjadi atensi karena korbanya masih anak anak. Kawal lah oleh masyrakat.” ujarnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dari pantauan prokabar.com, puluhan warga telah berkumpul di kantor Walinagari Koto Laweh Kecamatan X Koto. Tidak hanya didalam ruangan Walinagari, warga juga berkumpul hingga keluar ruangan.

Koto Laweh merupakan kampung halaman Robi Alhakim, korban penganiayaan oleh 17 santri pondok pesantren nurul ikhlas padang panjang beberapa waktu lalu. akibat peristiwa tersebut korban dirawat di RS M Djamil Padang dan meninggal dunia pada senin pagi. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB