Heboh, Kucing Hutan Masuk Permukiman Di Nagari Koto Tuo

Penulis -

Kamis, 10 Januari 2019 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Masyarakat Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatra Barat dihebohkan masuknya Kucing Emas ke pemukiman warga, Kamis (10/1). Seekor Kucing peliharaan warga sempat pula tewas diterkamnya.

Riki, warga yang sempat merekam hewan buas itu melalui henpon genggamnya mengatakan Hewan liar tersebut hampir persis seperti Harimau. Tapi memiliki tubuh lebih ramping dan berbulu kuning keemasan. 

“Sekitar pukul 10 pagi, kami sempat dihebohkan penemuan bangkai kucing milik kami tanpa kepala. Kehebohan kembali terjadi, setelah kami melihat sosok hewan seperti harimau di lokasi penemuan bangkai kucing kami,” tuturnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kejadian sekitar pukul 11 pagi itu, sempat direkamnya. Namun karena agak jauh, membuat gambar tidak terlalu jelas. “Saya melihat kondisi Kucing Besar itu mengalami lemah. Pada bagian perut dan lehernya ada bekas luka,” ungkap Riki.

Warga sempat memburu hewan langka tersebut. Namun sayang, binatang bercakar itu berhasil kabur ke hutan rimba.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sementara itu, Polisi Hutan Resor Bukittinggi, BKSDA Provinsi Sumbar, Vera Ciko, menjelaskan hewan tersebut dimungkinkan besar Kucing Emas. Salah satu hewan langka yang dilindungi. “Setelah kami teliti dari video dan hasil ke lapangan, kami menduga kuat, hewan itu adalah Kucing Emas. Salah satu binatang yang sangat langka dan terancam punah,” terangnya.

Ia melanjutkan, biasanya habitat hewan tersebut hidup dalam hutan. “Kemungkinan muncul ke pemukiman ini karena terdesak sesuatu hal yang belum kita ketahui secara pasti. Hewan tersebut tidak pernah mencelakaan manusia, kecuali hanya untuk mempertahankan diri,” kata Polhut BKSDA Provinsi Sumbar tersebut.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Melihat keberadaan lokasi yang berdekatan dengan pegunungan, Kucing Emas ini dipastikan berasal dari Pegunungan Singgalang dan Tandikek.

Kami juga menghimbau lanjut Ciko, agar masyarakat tetap waspada. “Bila warga kembali menemukan hewan tersebut, segera informasikan kepada kami. Agar dapat diamankan sesuai prosedur terbaik,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB